-->

Selasa, 05 Juli 2011

Cara Mudah Hentikan Batuk

BATUK adalah reaksi tubuh terhadap berbagai iritasi seperti lendir, alergen, asam lambung, atau aroma yang memengaruhi saluran pernafasan. Pada umumnya, batuk membersihkan sekresi asing atau zat dari paru-paru untuk menghindari infeksi. Namun, apabila terjadi malam hari tanpa henti, batuk tentu bisa sangat mengganggu tidur. Berikut cara untuk menghentikannya seperti dikutip dari eHow.com:

1. Minum obat antihistamin
Obat antihistamin yang banyak tersedia di apotek bekerja dengan menekan histamin yang dilepaskan oleh tubuh karena alergi. Contoh obat ini yakni Benadryl dan Vicks.

2. Hindari makan sebelum tidur
Makanan tertentu diketahui menyebabkan mulas dan batuk. Apalagi, berbaring setelah makan akan menyebabkan asam klorida merembes melewati sfingter esofagus. Maka itu, hindari makan makanan sebelum tidur. Batasi makanan tinggi lemak, makanan pedas, makanan yang digoreng, bawang merah, bawang putih dan jus jeruk. Minumlah segelas air setelah makan untuk membasuh asam di bagian belakang tenggorok.

3. Minum sirup obat batuk
Minum sirup obat batuk yang mengandung dekstrometorfan. Ada berbagai macam obat di apotek yang menyediakannya. Namun, berhati-hatilah terhadap efek samping obat ini seperti mual, mengantuk, berkeringat, pusing, dan ruam di kulit.

4. Cara alternatif
Coba metode alternatif seperti madu untuk menghentikan batuk. Madu memang telah digunakan selama berabad-abad untuk meredakan batuk. Apalagi, menurut peneliri Mayo Clinic, Dr James M. Steckelberg, madu sebenarnya sama efektifnya dengan obat konvensional dekstrometorfan lainnya. Minumlah 2 sendok makan madu sebelum tidur.

5. Gosok dada dengan minyak kayu putih
Gosokkan minyak kayu putih atau balsam ke dada sebelum tidur. Jika alergi terhadap minyak kayu putih, hindari produk ini. Reaksi alergi terhadap menggosok dada umumnya terdiri dari gatal-gatal, bengkak atau kesemutan tangan di mulut. (Pri/OL-06)

APA yang paling dibutuhkan tubuh, terutama agar berenergi? Tentunya karbohidrat. Dan, sumber karbohidrat terbaik bisa kita dapatkan dari serat gandum. Bagaimana agar kita bisa mendapatkan asupan gandum dalam menu sehari-hari?

Serat gandum bisa kita temui pada makanan seperti roti gandum, pasta gandum, dan beras merah. Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan bila memasukkan gandum ke dalam menu makan Anda. Mengkonsumsi rata-rata 2,5 porsi biji-bijian gandum setiap hari terkait dengan penurunan risiko 21 persen lebih rendah terkena penyakit jantung.

Makanan bergandum juga membantu menjaga kadar gula darah dan tingkat insulin. Pengontrolan gula darah dan insulin dapat menjaga rasa lapar dan memiliki probabilitas tinggi untuk mencegah perkembangan diabetes tipe 2. Jadi, dengan menjaga rasa lapar, pastinya juga membantu menurunkan berat badan.

Berikut cara menyisipkan gandum dalam makanan Anda sehari-hari:
a. Gantilah kebiasaan menu sarapan menggunakan roti putih dengan roti gandum.
b. Coba makan seporsi sereal gandum di pagi hari.
c. Ganti penggunaan tepung putih dengan tepung gandum pada berbagai resep kue Anda.
d. Untuk teman menonton TV atau bioskop, belilah sekantong popcorn bukan keripik. (Pri/OL-06)

BUKAN berarti karena tengah mengandung Anda tidak boleh bersenang-senang di pantai. Anda tetap bisa kok menikmati indahnya pemandangan pantai disertai butiran pasir, sinar matahari, dan suara ombak yang bergemuruh. Namun, tentunya Anda juga mesti memiliki persiapan lebih.

Yang paling utama, tanyakan dahulu kepada dokter apakah kondisi Anda memungkinkan untuk berlibur ke pantai. Jika iya, berikut beberapa tips dari ahli kandungan Kim Hoover MD dari University of Alabama Birmingham:

1. Sebaiknya Anda pergi ke pantai di awal musin panas saat sinar mataharinya tidak terlalu terik.

2. Hindari paparan langsung sinar matahari di pantai antara pukul 10.00 dan 16.00.

3. Minum banyak air, sekitar 8 liter perharinya. Usahakan selalu minum air setiap jam bila Anda di bawah sinar matahari. Perempuan hamil memang lebih berisiko mengalami dehidrasi karena lebih banyak cairan dalam tubuh mereka yang tersalurkan ke bayi. Hormon dan aliran darah berlebihan juga dapat membuat calon ibu merasa kepanasan. Jika Anda merasa pusing atau sangat lelah, ini mungkin tanda-tanda dehidrasi atau overheating.

4. Gunakan lotion tabir surya yang mengandung 30 SPF untuk mencegah kulit terbakar tabir surya untuk mencegah pembakaran dan melasma. Melasma adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh perubahan hormon saat hamil, minum pil KB, bahan-bahan kosmetik atau obat-obatan tertentu, keturunan, dan sinar matahari ( radiasi ultra violet ). Karena itu, oleskan di wajah untuk mencegah jerawat pada dahi, kemudian bibir atas dan pipi. Kini, Anda pun siap memamerkan perut bayi di pinggir pantai. (Pri/OL-06)

Senin, 04 Juli 2011

TERNYATA nyamuk juga cukup selektif lho dalam memilih mangsanya. Dari beberapa jenis mangsa, yang paling digemari nyamuk ternyata mereka yang sering meminum minuman beralkohol. Kenapa ya?

Para peneliti percaya bahwa nyamuk tertarik terhadap perubahan bau dan napas yang disebabkan oleh alkohol. Ditambahkan, nyamuk bisa belajar untuk mengasosiasikan bau bir dengan menurunnya kesadaran orang yang mabuk.

Tim yang dipimpin oleh para ilmuwan di Pusat Penelitian IRD di Montpellier, Prancis, berharap penemuan mereka ini akan digunakan untuk membantu mencegah malaria, menurut laporan Daily Mail.

Mereka pun menguji teori tersebut terhadap 2.500 nyamuk Anopheles gambiae di Burkina Faso, Afrika Barat. "Penelitian ini memberikan bukti pertama bahwa konsumsi bir meningkatkan daya tarik manusia terhadap nyamuk gambiae, penyebab utama malaria di Afrika," kata para ilmuwan. Tim menggunakan 25 sukarelawan berusia antara 20 dan 43 tahun. Mereka diberi 1 liter bir lokal, Dolo, sebelum dianalisis berapa banyak nyamuk yang akan terbang menuju mereka. Kemudian nyamuk dimasukkan ke kotak. Mereka diberi pilihan untuk terbang menuju perangkap berupa udara terbuka atau bau manusia.

Para peneliti menemukan bahwa 65 persen nyamuk lebih memilih mendatangi manusia yang beraroma bir. Studi ini dipublikasikan di jurnal PLoS ONE edisi Juni 2011. (Pri/OL-06)

NANTI, Anda penderita insomnia tak perlu lagi harus menengguk obat atau mengikuti terapi untuk dapat tidur pulas. Anda cukup mengenakan topi. Ya, topi ini bukan sembarang topi karena didesain khusus untuk mengalahkan insomnia.

Topi ini akan diisi dengan tabung air dingin yang akan mendinginkan otak sehingga penggunanya akan mampu mendapatkan tidur malam yang berkualitas. Dalam sebuah penelitian, penderita insomnia yang mengenakan topi ini terbukti mampu tidur dengan kualitas serupa dengan orang normal.

Topi akan bekerja dengan mendinginkan bagian otak yang disebut korteks prefrontal, yang terletak tepat di bawah dahi kita.

Pada orang normal yang tidak memiliki kesulitan untuk itdur pada malam hari, korteks prefrontal bekerja lambat, tetapi pada penderita insomnia koerteks itu berjalan dengan cepat.

Seperti dikutip dari Bioscholar (13/6), dalam sebuah studi, ditemukan bahwa penderita insomnia yang tidur dengan topi diisi dengan air dingin mampu tidur dalam waktu 89 persen dan tertidur 3 menit lebih awal daripada mereka yang tidak memiliki masalah tidur.

Temuan ini telah disajikan dalam konferensi tahunan American Academy of Sleep Medicine. (Pri/OL-06)

ADA kabar terbaru dari bahaya radiasi ponsel. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa menggunakan ponsel hanya 15 menit sehari secara substansial dapat meningkatkan risiko kanker otak para penggunanya.

Serangkaian penelitian di 13 negara juga telah menemukan bahwa semakin lama menggunakan ponsel, semakin tinggi pula risikonya.

Elisabeth Cardis, pemimpin Interphone Study, mengatakan bahwa peningkatan risiko tumor otak, yang dikenal sebagai glioma, terlihat pada 20 persen pengguna dengan paparan tertinggi terhadap emisi frekuensi radio.

Dia mengatakan peningkatan risiko kanker otak akan semakin meningkat bila digunakan berdekatan dengan kepala. Mereka yang rata-rata telah menggunakan ponsel selama 15 menit sehari selama tujuh tahun menunjukkan 72 persen lebih tinggi kasus glioma.

Glioma termasuk kondisi fatal, biasanya mampu didiagnosis dalam waktu tiga sampai lima tahun.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa mereka terlalu sering menggunakan ponsel memiliki resiko besar. Dan, ada peningkatan risiko kanker otak yang sangat tinggi dari hanya 15 menit menggunakan telepon selular," kata Graham Lamburn, manajer teknis di Powerwatch, seperti dikutip Daily Express (14/6).

"Apalagi semakin banyak orang menggunakan ponsel mereka lebih lama dari itu setiap hari. Jika indikasi dalam penelitian ini benar, ini adalah bom waktu yang potensial," tambah Lamburn. (Pri/OL-06)

Usia Pria Lebih Pendek 5 Tahun

MENURUT sebuah penelitian di Australia yang dirilis pada Selasa (14/6) mengungkap bahwa pria memiliki harapan hidup 5 tahun lebih pendek daripada perempuan. Itu disebabkan lebih tingginya risiko pria terkena kanker, cedera, merokok, penggunaan narkoba, dan obesitas, tetapi cenderung enggan ke dokter.

Di Australia saja, diketahui lebih dari 68 persen pria mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, 48 persen memiliki masalah kondisi kesehatan mental, dan hanya 5 persen yang mencukupi kebutuhan buah dan sayuran serta 16 persennya enggan mengunjungi dokter pada tahun lalu. Hasil itu ditemukan Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia (AIHW).

Laporan itu dirilis sebagai bagian penting kebijakan kesehatan nasional di Australia yang bertujuan agar kaum laki-laki mau menjaga kesehatannya. Laporan itu juga menyebutkan berbagai alasan biologis, psikologis, dan struktural telah diajukan untuk memperhitungkan keengganan laki-laki dalam menggunakan layanan kesehatan.

Ini termasuk fakta banyak pria yang malu membahas masalah kesehatan emosional atau seksual dengan seorang dokter perempuan dan ketidaknyamanan membahas alasan berkunjung ke dokter di ruang tunggu. Pandangan tradisional maskulinitas mendorong pria untuk mandiri, menekan emosi, dan bertahan dengan rasa sakit. Faktor itulah yang menghambat mereka untuk

MENURUT sebuah penelitian, usia terbaik seorang perempuan untuk memulai sebuah kehidupan berkeluarga yakni kala berusia 29 tahun. Ditengarai ini adalah usia yang dirasakan sebagian besar perempuan (59 persen ) aman secara finansial maupun untuk membesarkan seorang anak.

Usia itu juga dinilai sebagai titik dalam kehidupan perempuan ketika mereka merasa mereka menjalani hubungan cinta yang stabil. Penelitian yang digelar oleh perusahaan tes kesuburan dan kehamilan Clearblue ini juga meneliti apa yang membuat seorang perempuan termotivasi untuk hamil.

Menurut survei dari 3.000 perempuan, 70 persennya merasa pola makan yang sehat penting untuk meningkatkan peluang mereka untuk hamil.

Adapun seks teratur (60 persen) dan tidak meminum minuman keras (42 persen) juga akan meningkatkan peluang untuk hamil, menurut hasil survei. Penurunan berat badan (33 persen), berhenti merokok (31 persen), lebih banyak berolahraga (25 persen), dan mengurangi kafein (21 persen) juga dianggap termasuk faktor cara terbaik untuk meningkatkan peluang hamil.

Seperti dikutip dari Press Association, Jumat (20/5), Dr Dawn Harper berkata, "Sangat menarik, survei menunjukkan bahwa 29 adalah usia yang populer untuk memiliki bayi. Namun, berapapun usia Anda, saya tetap menyarankan untuk berhenti merokok, mengurangi alkohol, dan menjaga berat badan, serta menjaga pola makan yang sehat sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil." (Pri/OL-06)

STUDI terbaru menyoroti adanya peningkatan jumlah atlet muda yang menderita gegar otak dan kembali mendapatkan cedera sebelum benar-benar pulih. Mereka terancam kematian mendadak.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics pada Senin (20/6), menyoroti kasus kematian mendadak pada atlet muda. Pada penelitian sebelumnya, dari data difokuskan pada kematian akibat masalah kardiovaskular.

Peneliti utama Dr Barry mengkhawatirkan sejumlah pemain sepak bola yang meninggal karena adanya pukulan pada kepala dan leher setelah mereka menderita gegar otak beberapa hari sampai empat minggu sebelumnya. Maron mengingatkan bahaya 'sindrom dampak kedua.

Menurut data, terdapat 1.827 kasus kematian mendadak pada atlet muda antara 1980 dan 2009. Sebanyak 14 persennya (261) disebabkan oleh trauma cedera. Korban trauma yang paling banyak berasal dari pemain sepak bola (148), termasuk 17 pemain SMA yang meninggal karena cedera kepala atau leher setelah mereka telah menderita gegar otak beberapa hari sampai empat minggu sebelumnya.

Pada umumnya, menurut para peneliti, kematian di antara atlet muda memang relatif jarang dan lebih banyak disebabkan masalah kardiovaskular. "Namun, peristiwa ini tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting," kata peneliti dalam studi tersebut.

Studi ini juga menyebutkan sebagian besar kematian sebenarnya bisa dicegah dan menunjukkan betapa pentingnya kelengkapan olahraga dan protocol yang lebih baik seperti bagiamana penanganan atlet terluka dan kapan saat yang tepat untuk kembali bermain serta adanya perubahan peraturan dalam blokade dan tackling.

Dr Joel Brenner, Ketua Dewan Olahraga, Kedokteran, dan Kebugaran American Academy of Pediatrics menyatakan studi ini berisi informasi baru yang penting.

"Ini membuat kita lebih sadar untuk berusaha membuat para atlet muda lebih aman dalam beraksi di lapangan dengan perawatan gegar otak yang tepat," ujarnya seperti dikutip dari Associated Press, Senin (20/6). (Pri/OL-06)

PARA ilmuwan di Amerika Serikat berhasil mengungkap cara nikotin menekan nafsu makan di otak. Temuan ini diharapkan mampu membantu dalam memerangi obesitas.

Disebutkan, perokok cenderung memiliki tubuh lebih kurus jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, menurut hasil studi yang dipimpin oleh Yale University dan telah dipublikasikan dalam jurnal Science. Dikatakan bahwa nikotin mengaktifkan neuron tertentu di bagian otak yang disebut hipotalamus. Neuron itu memberi tahu tubuh sudah cukup untuk makan, menurut peneliti senior Marina Picciotto, seorang profesor neurobiologi dan farmakologi di Yale.

"Banyak yang menolak untuk berhenti merokok karena mereka takut akan mengalami penambahan berat badan. Karena itulah, kami ingin membantu orang dalam menjaga berat badan ketika mereka berhenti merokok. Mungkin juga membantu nonperokok yang berjuang dengan obesitas."

Para peneliti pun mengadakan penelitian dengan mempelajari tikus, tetapi berharap nantinya reseptor serupa dapat diterapkan pada manusia juga. Seorang ilmuwan di laboratorium Picciotto mempelajari reseptor nicotinic acetylcholine yang terdapat pada permukaan neuron untuk melihat efek dari apakah obat depresi.

"Dia memperhatikan bahwa tikus yang diberi obat itu makan lebih sedikit daripada yang tidak," katanya. Serangkaian percobaan pun menunjukkan bahwa obat bisa berubah pada reseptor nikotin tertentu yang kemudian menceritakan subset dari neuron dalam hipotalamus - yang disebut proopiomelanocortin atau sel POMC.

"Ini menunjukkan adanya kemungkinan untuk mendapatkan efek penekanan nafsu makan tanpa memicu pusat otak," kata Picciotto. "Mengidentifikasi reseptor ini penting untuk memahami mekanisme yang berkaitan dengan kecanduan, berat badan, dan merokok," ucapnya seperti dikutip dari CNA, Jumat (10/6). (Pri/OL-06)

STUDI terbaru menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami menstruasi lebih awal daripada teman sebayanya cenderung melahirkan anak perempuan di masa mendatang.

Kesimpulan itu didapat Misao Fukuda dan rekan-rekannya di M dan K Health Institute di Hyogo, Jepang. Mereka memantau lebih dari 10 ribu ibu mulai dari masa haid pertama hingga kelahiran bayi mereka, menurut laporan New Scientist.

Sebanyak 46 persen dari anak-anak yang terlahir dari perempuan yang mulai menstruasi pada usia 10 tahun adalah laki-laki. Angka itu naik menjadi 50 persen ketika perempuan mulai menstruasi pada usia 12 tahun dan 53 persen ketika usia 14 tahun.

Studi ini turut mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa semakin meningkatnya hormon seks estradiol pada perempuan yang memasuki usia sebelum usia 12 tahun. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction edisi Mei 2011. (Pri/OL-06)

Prediksi Usia melalui Air Liur

USIA seseorang memang merupakan sebuah misteri dan ketentuan dari Tuhan. Namun, misteri itu dicoba untuk diungkap para peneliti. Ilmuwan dari UCLA mencoba memprediksi usia seseorang melalui air liurnya.

Sebuah tes penelitian baru yang telah dipatenkan berdasarkan penelitian, bisa menentukan usia seorang tersangka melalui alat forensik terbaru. "Dengan hanya meneliti sampel air liur, kami secara akurat dapat memprediksi umur seseorang tanpa mengetahui apa pun tentang mereka," kata peneliti utama Dr Eric Vilain, profesor genetika manusia, pediatri dan urologi di David Geffen School of Medicine di UCLA.

Vilain dan rekan-rekannya melihat sebuah proses yang disebut metilasi yakni modifikasi kimia dari salah satu dari empat senyawa yang membentuk DNA kita.

"Sementara sebagian gen membentuk usia tubuh kita, pengaruh lingkungan juga dapat mengubah DNA seiring dengan penambahan usia. Pola metilasi bergeser seiring kita beranjak tua. Ini tentu berkontribusi terhadap penyakit yang muncul terkait dengan proses penuaan," jelas Vilain.

"Hubungan antara metilasi dan usia begitu kuat sehingga kita dapat mengidentifikasi usia seseorang hanya dengan meneliti 2dari 3 miliar blok DNA yang membentuk genom kita," kata peneliti Sven Bocklandt, ahli genetika di UCLA. Studi ini telah dipublikasikan dalam edisi daring jurnal Public Library of Science, Juni 2011. (Pri/OL-06)

ANAK perempuan kurus cenderung menderita kanker payudara di usia selanjutnya. Peneliti menemukan, perempuan yang kekurangan berat badan di usia tujuh tahun berisiko lebih besar menderita penyakit ini di usia tua dibandingkan perempuan dengan ukuran lebih besar.

Peneliti dari Karolinska Institute di Stockholm mengungkap, perempuan yang sedikit kelebihan berat badan di usia muda berisiko lebih kecil mengalami tipe tumor agresif yang sangat sulit diatasi. Menurut peneliti, temuan ini, bisa merintis jalan untuk menggunakan foto di masa anak-anak sebagai salah satu cara dalam memperhitungkan risiko kanker payudara perempuan.

Dalam studi yang dipublikasikan di The Breast Cancer Research journal, Kamis (15/4), ini, peneliti mempelajari 6.000 perempuan di Swedia. Lima puluh persen dari partisipan tersebut adalah pasien kanker payudara. Peneliti membagi partisipan ke dalam tiga kelompok berdasarkan kategori apakah badan mereka 'kurus', 'berukuran sedang' atau 'besar' saat berusia tujuh tahun. Partisipan menggunakan foto-foto dan memori mereka sebagai dasar.

Peneliti menemukan, perempuan yang lebih besar di usia muda berisiko lebih kecil menderita kanker payudara saat memasuki masa menopause.

Di sisi lain, penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa perempuan yang obesitas jauh lebih berisiko menderita kanker payudara. Selain itu, mereka juga bersiko 50 persen lebih besar meninggal akibat penyakit tersebut.

Peneliti menyatakan belum tahu mengapa anak perempuan kurus lebih berisiko menderita kanker payudara. Tapi temuan ini, terang peneliti, mempunyai implikasi penting dalam menentukan risiko perempuan.

"Temuan ini kelihatannya berlawanan, karena berat badan lahir besar dan indeks massa tubuh tinggi pada orang dewasa justru ditemukan meningkatkan risiko kanker payudara," terang pemimpin studi Jingmei Li, seperti dikutip situs dailymail.co.uk."Mekanisme perlindungan di balik badan kurus di masa anak-anak ini masih belum terjawab."

Studi ini juga menemukan bahwa anak perempuan dengan badan yang lebih besar berisiko lebih kecil mengalami tumor estrogen reseptor negatif, salah satu bentuk penyakit yang paling mematikan.

Kanker payudara merupakan bentuk kanker yang paling umum dijumpai pada perempuan. Berdasarkan perkiraan, terang Li, satu dari sembilan perempuan akan mendapatkan penyakit ini dalam rentang kehidupan mereka.

KEMUNGKINAN penggunaan vaksin kanker payudara pada manusia kini semakin tinggi, terlebih dengan adanya penelitian yang dilakukan terhadap tikus oleh para peneliti di Cleveland Clinic.

Para peneliti tersebut mengatakan uji coba vaksinasi tunggal dengan antigen alpha-laktoalbumin pada tikus menunjukkan hasil yang sangat baik. Terlihat, antigen itu dapat mencegah pembentukan kanker dan menghentikan pertumbuhan tumor. "Jika hal itu dapat terjadi pada manusia seperti halnya tikus, ini akan sangat monumental," kata ketua penelitian tersebut, ahli imunologi Vincent Tuohy, Minggu (30/5).

Uji coba vaksin ini terhadap manusia akan dimulai tahun depan. Jika berhasil, vaksin ini akan diaplikasikan kepada para perempuan berusia di atas 40 tahun, umur yang paling berisiko terkena kanker payudara.

"Frekuensi perempuan yang menyusui di awal usia 40-an sangatlah rendah. Maka kami akan menyasar perempuan usia tersebut guna mencegah mereka terkena kanker payudara," kata Tuohy.

Untuk perempuan muda yang berisiko besar terkena penyakit itu, vaksin itu dapat menjadi pilihan substitusional selain metode pengobatan mastektomi profilaksis.

Penelitian Tuohy akan dipublikasikan secara daring di Nature.com dan di Jurnal Nature Medicine pada 10 Juni.(Xinhua/Pri/OL-08)

Kanker Lebih Agresif di Usia Muda

KALAU Anda masih muda dan mengidap kanker payudara, ada baiknya berobat dengan lebih intensif. Walaupun sudah menunjukkan tanda kesembuhan, jangan lupa untuk terus melakukan pemeriksaan dan pengobatan hingga selesai. Pasalnya, sebuah penelitian menunjukkan, perempuan pengidap kanker payudara yang berusia di bawah 35 tahun lebih rentan untuk mengalami kanker kembali setelah pengobatan dibandingkan perempuan dengan usia yang lebih tua.

Berdasarkan studi, hal ini disebabkan oleh jenis pengobatan (treatment) yang diterima oleh pasien kanker payudara usia muda. Menurut peneliti, kemungkinan kanker kambuh lebih kecil pada perempuan yang menerima pengobatan mastektomi dan radiasi dibandingkan pasien yang hanya menerima satu pengobatan, mastektomi atau terapi pemeliharaan payudara saja.

Penemuan ini diperoleh berdasarkan hasil penelitian terhadap 652 pasien pengidap kanker payudara di University of Texas M. D. Anderson Cancer Center, selama lebih dari 30 tahun. Pasien berusia 35 tahun atau lebih muda. 197 dari pasien menerima terapi pemeliharaan payudara, 237 pasien menerima mastektomi, dan 234 pasien melakukan mastektomi dan radiasi.

Secara keseluruhan, terang peneliti, angka kemungkinan kambuh kembali berbeda pada ketiga kelompok. Angka kemungkinan kambuh pada pasien yang melakukan mastektomi dan radiasi lebih kecil (15.1%) dibandingkan dengan pasien yang hanya melakukan terapi pemeliharaan payudara (19.8%) dan pasien yang hanya melakukan mastektomi saja (24.1%).

Pasien dengan kanker tahap awal (stadium I) juga mendapatkan hasil sama dengan terapi pemeliharaan payudara dan mastektomi. Tetapi, terang peneliti, penambahan kemoterapi akan lebih menguntungkan."Sedangkan pasien dengan kanker stadium II menerima kontrol terbaik dengan melakukan terapi mastektomi ditambah radiasi," tulis para peneliti di International Journal of Radiation Oncology, Biology, and Physics, seperti yang dikutip oleh foxnews.com

"Kekambuhan kanker payudara setelah melakukan pengobatan optimal masih menjadi masalah utama," terang pemimpin studi Dr. Beth M. Beadle dari Universitas Texas.

Studi-studi sebelumnya telah menunjukkan, hasil pengobatan kanker payudara pada pasien yang lebih muda selalu lebih buruk dibandingkan mereka yang mengidap kanker payudara di usia yang lebih tua.

Walaupun alasannya belum jelas, para ahli menduga hal ini disebabkan karena kanker pada perempuan muda lebih agresif. "Semoga studi kami bisa membantu para pakar terapi onkologi untuk merencanakan terapi terbaik pada pasien kanker payudara yang berusia lebih muda," terang Beadle.

Para ahli dari Amerika Serikat menemukan satu gen yang berperan penting dalam meningkatkan kemungkinan penyebaran sel kanker payudara dan meningkatkan resistensi kanker terhadap kemoterapi.

Mereka menemukan bahwa orang-orang yang mengidap kanker ganas mempunyai perubahan genetik yang tidak normal pada satu sel yang disebut dengan MTDH, obat-obatan yang bisa menghambat gen ini bisa mencegah sel tumor mengalami metastasi atau penyebaran, serta meningkatkan harapan hidup pengidap kanker payudara.

"Penemuan ini merupakan pencerahan dalam upaya pengembangan obat yang dapat menghambat metastasi," kata dr. Michael Reiss dari The Cancer Institute New Jersey di New Brunswick.

Menghentikan penyebaran kanker sangatlah penting, mengingat 98% pasien yang kankernya belum menyebar dapat bertahan hidup selama 5 tahun ke depan atau lebih sedangkan hanya 27% pasien yang kankernya telah menyebar, mampu bertahan hidup.

Reiss dan Yibin Kang dari Universitas Princeton menggunakan beberapa pendekatan penelitian yang berbeda untuk menemukan gen ini, yang membuat sel-sel tumor tetap berada di pembuluh-pembuluh darah, jauh dari organ-organ lain.

Para peneliti menggunakan data dari komputer mengenai tumor payudara dan menemukan bahwa pada orang-orang yang mengidap kanker payudara ganas, terdapat banyak segmen kecil dari kromosom 8 manusia.

Pada sebagian besar DNA normal hanya terdapat 2 kopi gen, sedangkan pada tumor payudara terdapat 8 kopi segmen gen tersebut. Tim peneliti kemudian memriksa sampel dari 250 pasien untuk melihat ketidaknormalan genetik dan menemukan bahwa gen MTDH terlalu aktif dan berperan dalam tumor-tumor ganas.

Ada di setiap sel

"Gen ini ada di setiap 1 dari 4 sel," kata Kang," Bagaimanapun, tumor mendapatkan jumlah kopi ekstra dan menjadi berlebihan. Kami melihat 30-40% tumor kelebihan gen ini."

Para peneliti kemudian menginjeksi tikus percobaan dengan sel-sel tumor dari pasien yang mengalami perubahan genetik ini dan menemukan bahwa tikus-tikus ini juga membentuk tumor yang cenderung bersifat menyebar. Tumor-tumor ini juga cenderung resisten dengan pengunaan obat kemoterapi tradisional, seperti paclitaxel.

Tetapi, saat mereka mengubah tumor-tumor ini secara genetik, dengan menghambat gen MTDH, sel-sel tumor jadi kurang mampu menyebar dan lebih mudah ditangani dengan kemoterapi. Kang mengatakan, dia sangat berharap penemuan ini akan mendorog penemuan obat yang tidak hanya mencegah penyebaran kanker, tetapi juga obat yang membuat kanker lebih responsif terhadap pengobatan.

"Jika kita memiliki obat untuk menghambat jenis gen ini, itu bisa berfungsi ganda," kata Kang.

Menurut Kang, MTDH juga berperan dalam jenis kanker lainnya termasuk kanker prostat."Gen ini sepertinya mempunyai pengaruh yang luas," terang Kang.

Selain itu, menurut kang, ada kemungkinan untuk mengembangkan antibodi untuk menetralkan keaktifan gen MTDH. "Penemuan ini telah menarik perhatian para pembuat obat, saya optimis kami akan mencoba mengembangkan obat secepat mungkin," kata Kang.

Payudara Asli Terbesar Sedunia

PENAMPILAN perempuan berpayudara alami dengan ukuran terbesar di dunia pada televisi di Inggris membuat para ahli tertarik untuk mengkaji konsekuensi psikologis dan fisik dari kondisi ini.

Annie Hawkins Turner masuk ke dalam Guinness World Record sebagai pemilik payudara dengan ukuran dan berat paling besar di dunia yakni 102ZZZ. Kala tampil dalam program acara televise pagi Hawkins-Turner mengatakan payudaranya mulai tumbuh pada usia 9 tahun. Pertumbuhan itu menyebabkan stres cukup membuatnya tertekan secara emosional.

Kemudian saat dewasa, suaminya menyarankan agar ia mau menampilkan dadanya tersebut di website dewasa.Hawkins Turner mengatakan ia telah belajar untuk mengatasi berat payudaranya.

"Setiap kali menemui dokter baru, mereka menawarkan saya untuk operasi, tetapi saya merasa tidak memerlukan operasi dan saya memiliki punggung yang kuat dan belum pernah sakit pinggang. Saya pun telah menjalani terapi untuk menahan diri sehingga saya tidak akan menyakiti sendiri," katanya kepada penonton televisi.

"Terkadang saya merasa kesal ketika orang bertanya, 'Bagaimana Anda berjalan?' Saya tidak cacat, saya hanya punya payudara yang sangat besar dan saya telah menerima dan terbiasa dengan hal itu," tambahnya seperti dikuitp dari Yahoo Health (24/6).

Kebanyakan perempuan yang memiliki payudara besar di luar proporsi tubuh kerap mengeluh merasakan ketidaknyamanan, sakit punggung, sakit leher, iritasi kulit, serta perhatian yang berlebihan dari orang lain, sulit mencari pakaian yang cocok, dan sulit untuk berolahraga.

Dan memang, selain membesarkan, operasi pengecilan payudara ternyata juga cukup populer di Inggris dengan menempati posisi ke-4 dalam operasi bedah kosmetik. Ada 4.218 operasi yang dilakukan pada 2010. (Pri/OL-06)

Otak Semakin Sehat saat Terbahak

JANGAN segan atau malu jika ingin tergelak saat mendengar sebuah lelucon. Menurut sebuah studi baru, tertawa terbahak-bahak tak hanya akan mencerahkan wajah, tapi juga menyehatkan pikiran karena meningkatkan neuron di otak kita. Semakin lucu lelucon tersebut, semakin terlihat aktivitas di pusat-pusat neuron tertentu yang menciptakan perasaan senang.

Sebuah tim ilmuwan dari Medical Research Council memindai otak 12 relawan untuk membandingkan apa yang terjadi ketika mereka mendengar kalimat biasa dan lelucon. Mereka menemukan bahwa respons area pusat 'menghargai' pada otak menyala lebih banyak dalam menanggapi humor daripada kalimat biasa. Selanjutnya, kekuatan respons bergantung pada seberapa lucu tanggapan yang diterima setiap 12 pasien.

"Kami menemukan pola karakteristik dari aktivitas otak ketika lelucon yang digunakan adalah permainan kata-kata," kata Dr Matt Davis dari MRC Cognition and Brain Sciences Unit di Cambridge, seperti dikutip dari Daily Mail.

"Respons memang berbeda-beda pada setiap orang. Terlihat pada pemetaan otak dalam mengolah lelucon. Kalimat menunjukkan bagaimana bahasa memberikan kontribusi untuk kesenangan mendapatkan lelucon," jelas para peneliti.

Lebih lanjut, para peneliti menyarankan bahwa temuan ini dapat digunakan sebagai patokan untuk memahami bagaimana orang yang tidak dapat berkomunikasi secara normal bereaksi terhadap lelucon. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience edisi Juni 2011. (Pri/OL-06)

MAU tahu lagu apa yang akan popular beberapa saat mendatang? Tak perlu lagi mengadakan survey atau jajak pendapat yang belum pasti karena kini ada cara nyata dalam memprediksi lagu apa yang akan menjadi hit atau populer yakni dengan memindai otak anak remaja.

Para ilmuwan mengklaim, memindai otak remaja yang tengah mendengarkan musik dapat memprediksi apakah sebuah lagu akan menjadi hit atau justru gagal di pasaran.

Para peneliti di Emory University menemukan hal itu kala mempelajari pengaruh tekanan terhadap remaja. Para ilmuwan pun lalu menggunakan musik untuk mengetahui bagaimana remaja dipengaruhi oleh pendapat kawan-kawan mereka.

Dalam penelitian yang dimulai pada 2006, sebanyak 27 remaja berusia antara 12 dan 17 tahun mendengarkan klip musik dari 120 lagu yang belum dikenal melalui MySpace selama satu jam. Selama itu, aktivitas otak mereka dimonitor dengan menggunakan resolusi pencitraan fungsional magnetik (MRI).

Seorang neuroeconomist Dr Gregory Berns, seperti dikutip dari Yahoo Health, Senin (13/6) mengutarakan, "Respon otak dapat memprediksi sekitar sepertiga dari lagu-lagu yang akhirnya mampu terjual lebih dari 20.000 keping." Studi ini dipublikasikan secara daring dalam Journal of Consumer Psychology. (Pri/OL-06)

PARA peneliti di Universitas Aberdeen telah mengidentifikasi korelasi antara ukuran dan pertumbuhan bayi dalam kandungan dan kemungkinan seorang anak akan mengidap asma, alergi seperti eksim atau demam selama masa kanak-kanak.

Hasil itu didapat setelah tim mengukur janin dari sebanyak 1.500 perempuan hamil di Aberdeen Maternity Hospital selama trimester pertama dan kedua, pada saat bayi berusia 10 minggu kemudian 20 minggu hingga berusia 10 tahun.

Sebanyak 927 keluarga mengisi kuesioner tentang pernapasan anak dan sebanyak 449 anak menjalani uji fungsi paru-paru dan kulit guna mengidentifikasi alergi terhadap rumput, telur, tungau, debu dan kucing.

Hasil penelitian menunjukkan anak-anak berusia 5 dan 10 yang menderita asma saat menjadi embrio mereka memiliki ukuran 5 mm atau 10 persen lebih kecil dari rata-rata embrio berusia 10 minggu.

"Penelitian ini mengungkapkan bahwa janin berukuran lebih kecil daripada rata-rata saat berusia 10 minggu dan pertambahan ukurannya tergolong lambat selama kehamilan lima kali lebih mungkin untuk mengidap asma," kata pemimpin penelitian Steve Turner seperti dikutip dari Yahoo Health, Rabu (28/6).

Selain itu, janin yang ukurannya melebihi rata-rata pada 10 minggu, tetapi kemudian melambat sehingga mereka menjadi lebih kecil daripada rata-rata pada tahap berikutnya lebih mungkin untuk tahan terhadap demam. (Pri/OL-06)

;;