-->

Minggu, 23 Januari 2011

VIVAnews - Banyak orang menganggap, konsumsi junk food sebagai penyebab terbesar kegemukan. Namun tahukah Anda, makanan sehat yang sering disantap pun dapat membuat pinggang melar.
Bagi yang sedang menjalani diet, mulai sekarang perhatikan makanan Anda agar diet yang dijalani tidak sia-sia. Berikut daftar makanan menyehatkan yang dapat membuat bobot tubuh melambung.

1. Sushi

Hati-hati buat penggila sushi. Sayuran dan rumput laut memang tercatat sebagai makanan rendah kalori, namun campuran krim keju atau mayonnaise, seafood membuat satu roll sushi memiliki kadar sekitar 500-600 kalori.

Kecap yang sering kita makan bersama dengan sushi pun dapat membuat bobot bertambah, karena kandungan sodiumnya membuat Anda ingin terus minum dan makan.

2. Buah yang dikeringkan

Buah yang dikeringkan ternyata memiliki kalori lebih banyak dibandingkan buah segar. Hal ini dikarenakan buar-buahan yang dikeringkan telah mengalami proses pengeringan yang menjadikannya lebih padat.

Contohnya, anggur segar memiliki 60 kalori per gelas, sedangkan kismis memiliki 460 kalori. Perlu Anda tahu, tak sedikit juga buah kering yang menggunakan gula tambahan sehingga jumlah kalorinya bisa lebih tinggi.

3. Granola

Menu sarapan sehat yang terdiri dari kacang dan gandum ini ternyata memiliki kalori sebesar 500 per mangkoknya. Heran? Ternyata penggunaan minyak yang membuatnya renyah membuat makanan ini memiliki jumlah kalori tinggi. Lebih baik memilih sereal lain dengan nutrisi yang sama namun sedikit minyak dan sugar.

4. Kopi susu

Biasanya Anda akan mencampurkan susu pada kopi hitam. Namun, ternyata hal ini adalah cara yang salah untuk mendapatkan kalsium. Jika meminum 2-3 cangkir kopi susu per hari maka Anda akan

mendapatkan 200 kalori atau lebih sama seperti mendapatkan kalori dari potongan besar butter yang berlemak tinggi.

5. Teh dalam kemasan

Banyak teh kemasan memakai gula atau madu sebagai pemanis. Satu botol teh ternyata memiliki hampir 200 kalori sama dengan satu botol soda.

6. Rengginang

Jika memakan rengginang, pasti Anda tidak akan bisa berhenti sampai habis. Makanan ini sebenarnya rendah lemak dan kalori, namun kandungan serat dan proteinnya sangat rendah. Bahkan keinginan untuk memakannya terus menerus yang menyebabkan substansi-subtansinya meningkat dalam tubuh Anda.

7. Burger sayuran

Tentu tidak memakai daging sapi pada burger memang dapat mengurangi kalori. Namun, tanpa daging pun Anda bisa mendapatkan 1000 kalori dari satu burger karena keju, bentuk roti yang besar, saus, dan mayonaise yang

membuatnya memiliki kadar kalori tinggi.

8. Jus buah

Siapa menyangka jus buah dapat membuat tubuh gemuk? Ternyata segelas jus kemasan bercitarasa jeruk atau apel memiliki 55 gram karbohidrat sama dengan satu potong roti. Dan kebanyakan jus yang beredar di pasaran mengandung sampai 12 sendok gula penuh.

9. Salad

Tidak ada yang lebih baik daripada sayuran yang tidak dicampur bumbu apapun. Penambahan keju, kacang, saus salad membuatnya kaya akan kalori bahkan lebih tinggi dari pasta.

10. Tahu

Anda akan mendapatkan sodium, kalori, lemak jenuh, dan bahkan gula dalam hidangan tahu. Namun, tahu bukan makanan yang akan membuat gemuk, namun cara mengolahnya yang bisa membuat kandungan kalori dalam makanan berbahan tahu menjadi tinggi.


Kamis, 20 Januari 2011

Mengapa Stres Bisa Picu Diabetes

Diabetes tak hanya berhubungan dengan makanan mengandung gula, tapi juga kondisi psikologis. Sebuah studi mengklaim bahwa depresi atau stres juga dapat memicu diabetes. Bahkan bak lingkaran setan, diabetes juga bisa memicu depresi.

"Walaupun telah dihipotesiskan bahwa hubungan diabetes-depresi adalah dua arah," ujar para peneliti seperti dikutip dari Times of India.

Bersama timnya, An Pan, dari Harvard School of Public Health, Boston, menilai hubungan antara diabetes dan depresi di kalangan 65.381 wanita usia 50 sampai 75 tahun pada 1996.

Seluruh responden terklasifikasi sebagai orang dengan masalah depresi, memiliki gejala depresi, menggunakan obat antidepresan, atau telah didiagnosis depresi oleh dokter. Selama 10 tahun penelitian, 2.844 wanita didiagnosis diabetes tipe 2 dan 7.415 mengalami masalah depresi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita depresi 17 persen lebih mungkin mengembangkan diabetes, setelah mengendalikan faktor risiko lainnya, seperti aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (BMI). Dan orang-orang yang menggunakan antidepresan memiliki 25 persen risiko lebih tinggi terkena diabetes dibanding mereka yang tidak mengalami depresi.

Wanita dengan diabetes 29 persen lebih mungkin mengembangkan depresi. Wanita yang mengkonsumsi insulin untuk diabetes memiliki risiko meningkat lebih jauh 53 persen lebih tinggi daripada wanita tanpa diabetes.

Hasil penelitian menunjukkan, depresi yang mungkin memiliki efek pada resiko untuk diabetes adalah berat badan dan tidak aktif secara fisik. Selain itu, temuan memperkuat penelitian bahwa diabetes berhubungan dengan stres.

"Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan kami di populasi yang berbeda dan untuk menyelidiki mekanisme potensi yang mendasari hubungan ini," kata peneliti studi dalam laporan 'Archives of Internal Medicine' edisi 22 November.

Gejala diabetes diperlihatkan dengan kadar gula darah tinggi dan ketidakmampuan untuk memproduksi insulin. Umumnya ditandai dengan sering buang air kecil, mudah haus, penglihatan kabur, serta mati rasa di tangan atau kaki. Sedangkan gejala depresi antara lain cemas, putus asa atau bersalah, kurang tidur, nafsu makan hilang atau berlebih, hingga hilangnya minat hidup.

Tingkat depresi tinggi akan memengaruhi kadar gula darah dan metabolisme insulin, melalui pelepasan hormon stres atau kortisol. Sementara diabetes dapat memicu stres kronis. Jadi hubungan diabetes dan depresi tak hanya persoalan gaya hidup tak sehat, tapi juga memiliki keterkaitan secara biologis. (pet)



Sumber
VIVAnews

Minggu, 16 Januari 2011

Krisis percaya diri pascamelahirkan umum dirasakan para wanita. Penelitian membuktikan, masalah kepercayaan diri itu akan berlangsung selama 18 bulan.

Penelitian dilakukan terhadap 3.000 wanita di Inggris. Dikutip dari Dailymail, rata-rata para wanita itu baru bisa mengembalikan kepercayaan dirinya secara utuh 547 hari pascamelahirkan.

Selama itu, mereka mengalami berbagai gejolak, seperti jam tidur yang berkurang, keletihan merawat bayi, kekhawatiran akan bentuk tubuh dan sebagainya.

Sebanyak 60 persen wanita yang menjadi objek penelitian mengaku, hati mereka hancur saat mencoba baju-baju lamanya yang tak lagi sesuai ukurannya. Mereka merasa gemuk dan tidak menarik.

Satu dari empat peserta survei juga mengaku tertekan saat melihat ibu muda lain atau selebriti yang bisa mengembalikan bentuk tubuhnya seperti semua dalam waktu dekat.

Sebanyak 79 persen wanita juga mengaku tak ingin kembali ke pekerjaannya setelah melahirkan. Selain merasa tak percaya diri dengan penampilannya, para wanita itu juga merasa, bekerja bukan lagi menjadi prioritas yang utama.

Oleh karena itu, para ahli berharap, para wanita bisa menyediakan waktu untuk merawat dirinya pascamelahirkan. Melakukan perawatan di salon, atau sekadar berolahraga di rumah akan membuat kondisi fisiknya mereka menjadi lebih baik. Selain itu, hal tersebut juga bisa membuat mereka menjadi lebih rileks dan santai.

Ayu Kinanti


Kamis, 19 Agustus 2010

Meditasi Bikin Makin Fokus


ORANG-orang yang mempelajari teknik meditasi Budha, menurut temuan peneliti, tidak hanya hidup lebih tenang tapi juga mengalami perbaikan tingkat perhatian dan fokus.

Psikolog Katherine A. MacLean, PhD, dan peneliti lain meminta 30 partisipan (rata-rata usia 49) untuk melakukan retreat (mengundurkan diri dari keramaian) meditasi di Colorado. Sedang 30 partisipan lainnya (kelompok pembanding) hanya melakukan retreat serupa tanpa meditasi.

Para partisipan mempelajari teknik meditasi, seperti cara berkonsentrasi dan teknik pernapasan. Semua partisipan merupakan penggemar meditasi dan sudah pernah melakukan retreat sebelumnya.

Tapi, kali ini mereka diajarkan cara berkonsentrasi dan diminta melengkapi sejumlah tes. Selain itu, partisipan juga menghadiri sesi kelompok dua kali sehari dan terlibat dalam praktik meditasi individu selama enam jam.

Sebanyak tiga kali selama retreat, partisipan menjalani tes komputer selama 30 menit. Mereka diminta melihat layar komputer saat baris-baris dengan panjang berbeda-beda muncul secara acak di depan mereka. Sebagian besar baris mempunyai panjang sama, tapi kadang-kadang akan muncul baris yang lebih pendek.

Partisipan diminta merespon dengan mengklik mouse komputer saat baris yang lebih pendek muncul. Hal ini bertujuan mengukur ketajaman perhatian dan kemampuan mereka dalam mengenali perbedaan.

Peneliti menyatakan, saat latihan meditasi terus berlanjut, partisipan yang menjalani pelatihan mendeteksi baris pendek dengan lebih baik dibandingkan partisipan yang tidak menerima pelatihan. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka lebih bisa mempertahankan perhatian.

Saat kelompok pembanding menjalani pelatihan serupa setelahnya, mereka juga mengalami perbaikan keterampilan konsentrasi dan kemampuan membedakan ukuran baris. Perbaikan ini, terang peneliti, bertahan selama lima bulan setelah retreat berakhir.

"Orang-orang mengira bahwa meditasi bisa membuat Anda nyaman, menjalani retreat meditasi seperti liburan dan Anda bisa berdamai dengan diri sendiri," tutur MacLean."Itu yang dipirkan orang sebelum mereka mencobanya sendiri. Setelah itu Anda akan menyadari betapa susahnya duduk diam dan mengamati sesuatu tanpa diganggu,รข€ imbuh MacLean, seperti dikutip situs webmd.com, Kamis (15/7). (IK/OL-06)


Sumber
mediaindonesia.com

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

Teknik Sederhana Lakukan Meditasi


MEDITASI merupakan salah satu cara baik menenangkan diri sekaligus mengatasi beragam gangguan. Studi-studi mengklaim bahwa teknik relaksasi ini bisa meredakan depresi, menurunkan tekanan darah, mengatasi rasa sakit kronis dan meningkatkan konsentrasi.

Selain kaya manfaat, teknik meditasi juga bisa dipelajari dengan mudah. Bagaimana caranya? Berikut uraian penulis The Meditation Experience, Madonna Gauding, untuk Anda:

Tradisi meditasi, menurut Gauding, bermacam-macam. Mulai dari meditasi tradisi Timur, Barat, keagamaan dan sekular. Akan tetapi, sebagian besar meditasi melibatkan empat teknik berikut:

Menggunakan fokus
Teknik pertama adalah belajar untuk fokus dan berkonsentrasi. Dengan melatih pikiran untuk fokus pada satu objek (seperti sebuah lilin, tarikan napas, atau gerakan seperti jalan), Anda menjadi sadar akan pola pikiran-pikiran normal yang tidak terkontrol. Pada akhirnya, Anda akan belajar untuk rileks dan menenangkan pikiran. Ini merupakan awal yang baik dan penting sebagai dasar untuk meditasi selanjutnya.

Menggunakan kehati-hatian (mindfulness)
Teknik kedua adalah belajar mengenai diri Anda dan dunia di sekeliling Anda. Anda menjadi sadar akan isi pikiran dan perasan-perasaan halus dalam tubuh Anda. Kemudian Anda mulai mengamati kebiasaan dan pola mental yang akan membawa Anda kembali ke dalam kehidupan.

Melalui proses ini, Anda belajar menghadirkan mental, menyadari apa yang sedang dilakukan dan dipikirkan. Selain itu, Anda juga menyadari dunia di sekeliling Anda sambil mempertahankan sikap tidak menghakimi dan penuh belas kasih.

Menggunakan topik
Cara ketiga untuk bermeditasi adalah merenungkan topik. Orang-orang Kristen awal misalnya, merenungkan bagian dari Kitab Perjanjian Baru, sedang warga Budha Tibet merenungkan topik seperti belas kasih. Selain itu, masyarakat spiritual dari semua tradisi Timur dan Barat seringkali merenungkan kematian untuk membantu mengenali kualitas sekilas dan sifat mulia kehidupan manusia.

Menggunakan indera
Teknik meditasi berikutnya melibatkan indera. Sebagai contoh, dengan menggunakan indera pendengaran dan suara Anda, Anda bisa menyanyikan atau mengucapkan mantra dan mendengarkan musik dan suara alam.

Latihan satu: rilekskan tubuh

Relaksasi mengurangi stres dan mempersiapkan Anda melakukan meditasi. Biokimia tubuh memberikan respon yang sama terhadap ancaman nyata atau bayangan, melepaskan zat kimia ke dalam aliran darah untuk menyampaikan informasi agar tubuh dan otak bersiap-siap menghadapi bahaya.

Cobalah latihan berikut untuk menghilangkan respon takut ini dan menenangkan diri:

1. Kenakan pakaian longgar dan nyaman serta lepaskan semua perhiasan dan jam tangan Anda.

2. Selanjutnya, berbaringlah di tempat tidur atau lantai dalam ruangan tenang, di mana Anda tidak akan diganggu. Jika suhu ruangan dingin, tutup tubuh Anda dengan selimut untuk menjaga suhu tubuh.

3. Lebarkan kedua kaki dan biarkan kedua lengan Anda rileks di samping tubuh. Tutup mata Anda.

4. Rasakan telapak kaki Anda. Rasakan berat kedua telapak kaki. Secara sadar, rilekskan telapak kaki. Mulailah dengan merilekskan jari-jari kaki, kemudian bagian depan telapak kaki, lengkungan kaki, tumit dan mata kaki.

5. Rilekskan kaki bawah Anda. Rasakan lutut Anda. Rasakan berat kedua lutut. Secara sadar, rilekskan dan rasakan setiap ketegangan menghilang.

6. Secara perlahan teruskan merilekskan tubuh melalui paha, perut, dada dan pantat.

7. Kemudian secara sadar rilekskan tangan Anda, lengan, bahu dan leher. Selesaikan dengan merilekskan kepala, mulut, rahang, mata dan pipi. Lepaskan semua ketegangan.

8. Gunakan pikiran untuk memindai tubuh. Jika Anda menemukan bagian yang masih tegang, kemudian secara sadar rilekskan tempat tersebut dan biarkan ketegangan memudar.

9. Saat merasa siap, buka mata Anda dan regangkan tubuh.

Latihan dua: tarik napas lebih dalam

Anda dianjurkan menggunakan pernapasan perut. Pernapasan perut fokus dalam menggunakan diafragma untuk melebarkan dan mengontraksikan perut. Hal ini akan membantu memperdalam napas.

Cobalah latihan ini untuk meredakan stres dan kemarahan:

1. Berbaringlah dalam posisi nyaman. Tarik perut Anda ke dalam dan cobalah menghirup napas dalam-dalam. Dengan perut dalam keadaan berkontraksi, Anda seharusnya merasakan sejumlah ketegangan dan kesulitan bernapas yang memaksa Anda menarik napas pendek sering-sering. Saat perut dalam keadaan kencang, diafragma kesulitan bergerak ke bawah karena ditahan oleh kontraksi otot-otot perut dan organ-oragn dalam.

2. Letakkan satu tangan di atas perut dan satu di atas dada. Sekarang, lemaskan perut Anda dan biarkan mengembang saat Anda menarik napas lambat dan panjang. Rasakan diafragma turun, saat paru-paru bawah, diikuti paru-paru atas terisi udara.

3. Saat melemaskan perut, biarkan perut mengembang saat Anda menarik napas, organ Anda tururn, biarkan diafragma berkontraksi ke bawah dengan lebih mudah.

4. Keluarkan napas secara perlahan, biarkan perut Anda berada dalam posisi semula. Saat diafragma rileks dan bergerak ke atas, rasakan perut Anda kembali ke posisi normal.

5. Lakukan latihan pernapasan perut dengan cara ini selama 10 menit.

Latihan tiga: duduk untuk bermeditasi

Saat melakukan meditasi, Anda bisa duduk di atas kursi, menyilangkan kaki di atas bantal.

1. Duduklah dalam posisi nyaman. Ayunkan tubuh secara perlahan dari satu sisi ke sisi lainnya hingga tulang belakang Anda terasa terpusat. Panjangkan tulang belakang ke dalam posisi alami dengan membayangkan bahwa di puncak kepala Anda ada tali yang sedang ditarik secara perlahan dari atas.

2. Rilekskan otot-otot perut sehingga perut Anda menjadi lembut dan bulat serta punggung Anda sedikit melengkung ke depan.

3. Pindai tubuh Anda dan lepaskan setiap ketegangan yang ada.

4. Periksa dan pastikan kepala Anda datar, bahu rileks dan telinga sejajar dengan bahu. Sejajarkan hidung dengan pusat.

5. Fokus mata berada sekitar tiga hingga empat kaki di depan mata. Turunkan sedikit kelopak mata hingga sudut 45 derajat.

6. Letakkan tangan kiri di atas tangan kanan dengan kedua telapak tangan menghadap ke atas dan ibu jari Anda sedikit diangkat hingga bersentuhan. Sisi jari kelingking sebaiknya berada di depan perut bawah, sekitar tiga inci di bawah pusat.

7. Tutup mulut dan istirahatkan lidah menyentuh atap mulut. Biarkan ujung lidah beristirahat di bagian gigi atas.

8. Tahan posisi ini sambil fokus pada pernapasan perut lambat selama beberapa menit. Kemudian lepaskan tangan dan kaki dan regangkan dengan hati-hati sebelum berdiri perlahan. (IK/OL-06)


Sumber
mediaindonesia.com

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

;;