-->

Minggu, 29 Mei 2011

"Risiko Autis Bisa Diminimalkan"

Autisme adalah gangguan neurologis yang memengaruhi fungsi normal otak manusia dalam melakukan interaksi sosial dan komunikasi. Menurut Autism Society of America, orang autis biasanya menunjukkan kesulitan berkomunikasi secara verbal dan nonverbal, serta sulit berinteraksi dan beraktivitas sosial. Autisme muncul sejak tiga tahun pertama kehidupan.

Tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Kesadaran Autisme di seluruh dunia.Kampanye dilakukan di seluruh penjuru dunia, dengan acara resmi di setidaknya 23 negara. Untuk mengenal lebih dalam mengenai autisme, Famega Syavira Putri dari Yahoo! Indonesia mewawancarai Fernando Cortizo, doktor dan peneliti dari Monash University, Australia. Dr Fernando juga menjabat sebagai CEO Autism Management Institute di Korea dan Malaysia. Berikut ini kutipannya:

Y!: Apa yang menyebabkan autisme?

Autisme bisa disebabkan tiga hal, yaitu faktor genetis, kromosom dan lingkungan yang memengaruhi anak mulai dari kandungan hingga setelah lahir. Faktor genetis tak dapat diubah. Hingga saat ini peneliti masih melakukan percobaan modifikasi genetis tapi belum membuahkan hasil.

Sedangkan penyebab yang berasal dari lingkungan bisa diminimalkan. Hasil penelitian kami menunjukkan, pada tubuh anak autis ditemukan logam berat yang jumlahnya bisa 100 kali lipat dari ambang batas normal.

Tubuh manusia dirancang untuk menyaring kelebihan logam berat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Tetapi sistem tubuh orang autis rupanya tak dapat mengeluarkan logam berat dan malah menyesuaikan dengan kelebihan tersebut.

Bahkan saat lahir, bayi sudah punya kandungan logam berat yang berasal dari ibunya. Logam tersebut bisa bertambah karena paparan bahan-bahan yang ada di alam, misalnya makanan. Ikan yang mengandung banyak merkuri, contohnya. Selain itu, ada juga pencemaran aluminium yang berasal dari peralatan masak, sedangkan kadar timbal dan logam berat lain bisa masuk ke dalam tubuh karena pencemaran udara. Mainan anak-anak juga bisa menjadi tak aman karena bisa mengandung logam.

Salah satu tindakan yang biasanya memberatkan tingkat autisme adalah vaksinasi. Kami sering menjumpai kasus anak-anak yang mulai menunjukkan gejala autisme setelah diimunisasi. Rupanya ada beberapa vaksin yang masih mengandung logam berat. Vaksinasi kemudian menjadi pemicu gejala autisme pada anak karena tingkat logam berat yang meningkat drastis, melebihi ambang batas yang bisa ditoleransi. Dalam hal ini anak laki-laki lebih rentan terpicu autisme akibat vaksinasi dibanding anak perempuan.

Y!: Bagaimana cara pencegahannya? Apakah vaksinasi tak perlu dilakukan?

Tak perlu ekstrem menghindari vaksinasi sebab bagaimana pun, vaksin tetap diperlukan untuk meningkatkan imunitas. Tapi sebagai pencegahan, jangan pernah melakukan vaksinasi secara bersamaan. Pastikan anak diimunisasi dengan vaksin yang bebas logam. Tiap habis vaksinasi, perhatikan apa ada perubahan tingkah laku anak. Jika ada, segera kontak dokter dan hentikan vaksinasi. Meski tak terjadi apa-apa, tunggulah tiga bulan untuk melakukan vaksinasi berikutnya. Beban berlebihan pada sistem anak akan merusak sistem imunnya.

Y!: Benarkah jumlah penderita autisme terus meningkat?

Dalam 20 tahun terakhir, jumlah yang tercatat memang semakin meningkat. Penyebabnya masih diteliti, karena bisa saja jumlahnya sebenarnya tidak meningkat. Angka itu bisa tampak lebih tinggi karena kesadaran akan autisme yang semakin maju -- kita bisa mengenali gejala yang sebelumnya tidak dianggap sebagai gejala autisme.

Saat ini di Indonesia rasio anak autis adalah 1: 250, artinya ada satu juta penderita autisme di Indonesia.

Y!: Ada berapa macam jenis autisme?

Spektrum autisme sangat bervariasi, mulai ringan sampai berat. Gejalanya berbeda setiap individu. Ada penderita yang tidak punya kemampuan mengekspresikan diri secara verbal, sulit berkoordinasi, ketidakmampuan belajar. Ada pula yang tidak mampu menciptakan ikatan dengan orang lain, sulit berintegrasi, tidak mempunyai kesadaran sosial dan lain-lain.

Meski demikian, beberapa anak autis punya keistimewaan dibanding anak-anak normal. Beberapa dari mereka punya IQ tinggi dan memiliki keterampilan khusus. Pasien saya ada yang pandai menembus password, ada yang bisa bicara beberapa bahasa padahal tak pernah belajar formal.

Y!: Apa saja terapi yang bisa dilakukan untuk autisme?

Terapi autisme yang baik tak hanya fokus pada penderita tapi juga lingkungan dan orang tuanya. Memiliki anak autis berarti komitmen panjang bagi orang tua yang harus selalu menanggung biaya hidup anaknya. Biasanya orang tua khawatir bagaimana anak ini bisa mandiri dan hidup tanpa tergantung orang lain, serta bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Penyebab autisme dapat dilihat dari analisis DNA secara lengkap. Setelah pola spesifik ditemukan, bisa disusun apa yang menjadi penyebab dan bagaimana cara meminimalkannya. Terapi harus dilakukan secara spesifik dan berbeda antar individu.

Saya juga melakukan riset soal anti-penuaan. Saya menemukan bahwa banyak penderita autis yang menunjukkan gejala yang muncul pada orang yang menua. Contohnya kehilangan ingatan, alzheimer, tidak peduli dengan keberadaan orang lain. Maka kami melakukan riset untuk memodifikasi perawatan anti-penuaan untuk diberikan kepada anak autis. Untuk hasil terbaik, terapi harus dilakukan dengan modifikasi hormon, obat-obatan, menjaga asupan makanan dan bimbingan terapis.

Kami juga mengembangkan pemberian hormon oksitosin, yang biasa dikeluarkan secara alamiah oleh manusia saat sedang bercinta, kepada orang autis. Pemberian hormon ini ternyata efektif untuk meningkatkan kontak mereka dengan orang-orang terdekat. Misalnya, ada pasien yang tak mau mendekati ibunya. Setelah diberi hormon ini mereka mulai membuka kontak dan mulai mau disentuh dan dipeluk.

Y!: Haruskah memasukkan anak autis ke sekolah khusus?

Saya tidak akan menyarankan demikian. Terlebih jika itu berarti anak autis dicampur dengan penderita kelainan lain, misalnya down syndrome. Penderita autisme justru harus dibiasakan bergaul dengan anak-anak yang normal.

Y!: Dapatkah autisme disembuhkan?

Kami tidak memakai kata "sembuh". Tujuan terapi autisme adalah membuat penderita mampu mandiri dan memiliki tempat dalam kehidupan sosialnya. Mereka bisa sekolah, punya teman, belajar dan bisa maju. Komitmen untuk terapi ini memang jangka panjang, jika tak ingin dikatakan seumur hidup.

Dengan penanganan yang tepat, tidak mustahil penderita autisme bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik daripada orang yang katanya "normal". Saya kenal beberapa penderita yang berhasil menjalani kehidupan normal, punya anak dan mampu menghidupi dirinya sendiri.

Y!: Jika disebabkan gen, apakah autisme akan menurun?

Tidak demikian. Jika orang autis memiliki anak, belum tentu anaknya itu akan menderita autisme juga. Apalagi penderita autisme malah sudah memiliki pemahaman lebih baik tentang autisme dibanding orang awam, jadi saya rasa tidak akan berakibat buruk.

Y!: Bagaimana cara mencegah risiko autisme?

Harus ada pemahaman mendalam dari orangtua untuk mengurangi risiko anak terkena autisme. Contohnya, waspada saat melakukan vaksinasi. Hati-hati dengan potensi logam berat di lingkungan sekitar. Jangan paparkan anak dengan logam berat yang bisa ada di mainan, alat masak dan makanan. Hindari makanan cepat saji, makanan berpengawet dan berpenyedap rasa.

Lingkungan tempat tinggal juga bisa menjadi penyebab. Jika memungkinkan, hindari tinggal di daerah yang tercemar logam berat seperti dekat pabrik atau daerah berpolusi tinggi. Ibu hamil harus hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi, termasuk makanan yang mengandung Omega-3.

Meskipun autisme tak bisa dihindari, tingkatannya bisa diminimalkan dengan cara sederhana, yakni dengan menerapkan pola hidup sehat.

Tepung Mocaf sangat cocok dikonsumsi untuk makanan bagi anak yang penderita autis. Adapun tepung tersebut dikenal sebagai tepung singkong.

"Karena tepung Mocaf ini telah dicampur sejenis enzim yang sangat baik bagi kesehatan dan pencernaan di tubuh manusia, terutama bagi penderita autis," kata salah seorang pegawai Badan Pelaksana Penyuluh Ketahanan Pangan Kabupaten Serdang Bedagai Surya Darma di Pekan Raya Sumatra Utara di Medan, Ahad (10/4).

Mocaf sendiri merupakan singkatan dari Modified Cassava Flour yang berarti tepung singkong yang dimodifikasi. Tepung Mocaf memiliki karakter yang berbeda dengan tepung ubi kayu biasa dan tapioka, terutama dalam hal derajat viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut yang lebih baik.

Karena itu, para petani ubi kayu dan pengusaha di Kabupaten Serdang Badagai saat ini sudah banyak membuat pengolahan tepung Mocaf, karena dinilai memiliki proses yang cukup bagus.

"Tepung Mocaf yang dipamerkan di anjungan Kabupaten Serdang Bedagai pada PRSU ini banyak diminati dan dijadikan sebagai behan pembuatan kue, selain tepung terigu," kata Darma.

Ibu-ibu di Kota Medan dan daerah lainnya yang memiliki anak penderita autis banyak yang membeli tepung Mocaf di anjungan pameran. Harga tepung Mocaf juga lebih murah Rp5.300 per kilogram bila dibandingkan dengan tepung terigu Rp6.300 per kilogram.(Ant/RAS)

Anak-anak autis memiliki ukuran otak lebih besar hingga 10% dibandingkan anak-anak normal. Kondisi ini dapat terlihat pada saat anak menginjak usia dua tahun.

Seperti terungkap dalam laporan Archives of General Psychiatry, para peneliti University of North Carolina menemukan bahwa anak-anak yang menderita autis telah memiliki tanda-tanda pembesaran pada otak saat usia dua tahun. Otak mereka terus membesar pada usia 4 dan 5 tahun.

"Pembesaran otak terjadi karena peningkatan jumlah lipatan permukaan otak karena meningkatnya proliferasi neuron otak," ungkap Heather Cody Hazlett, asisten profesor psikiatri.

Untuk selanjutnya peneliti terus mengembangkan studi untuk mencari tahu jenis gen yang membuat neuron otak mengalami proliferasi berlebihan. University of North Carolina saat ini melaksanakan dua studi terpisah untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu.

Tanda-tanda autisme dapat dipantau dengan terus mengamati perkembangan ukuran otak anak. "Upaya ini penting dilakukan untuk memantau ukuran otak dan perubahan perilaku anak seiring pertambahan usia mereka,” ungkap Hazlett. [mor]

Rabu, 26 Januari 2011

VIVAnews – Anak, terutama di usia remaja seringkali mengalami kesulitan mengatakan "tidak" di lingkungannya. Mereka cenderung tidak bisa menolak berbagai hal yang sebenarnya bertentangan dengan kata hati.

Misalnya, ketika teman-teman mengajaknya pesta narkoba, mereka tidak kuasa menolak untuk bergabung, hanya karena belum belajar untuk mengatakan "tidak".

Cakrawala berpikir kebanyakan anak yang baru menginjak remaja adalah bersedia melakukan apa saja asalkan diterima oleh lingkungannya. Mereka cenderung mencoba melakukan sesuatu yang dianggap terbaik demi menyenangkan orang lain.

Pengetahuan tentang berkata "tidak" ini penting, khususnya untuk gadis-gadis remaja, terutama saat mulai pubertas. Tujuannya agar mereka belajar bagaimana menyatakan diri dan belajar untuk mengatakan "tidak" ketika perlu.

Sebagai orang tua, Anda punya tugas penting untuk membantu memberi mereka pengetahuan. Untuk memudahkan Anda membimbing putra-putri di rumah secara bertahap, berikut ini dapat Anda jadikan panduan, dikutip dari Datingtips.

- Mengembangkan keterampilan bersikap tegas

Cara terbaik mengajarkan remaja berkata "tidak" adalah dengan mengembangkan keterampilan bersikap tegas. Anak perlu diingatkan bahwa tidak ada kewajiban untuk selalu menyenangkan orang lain hanya karena supaya dapat diterima dalam kelompok.

Ajarkan mereka mengembangkan sikap lebih tegas. Ini bisa membantu mereka belajar bagaimana menolak hal-hal seperti mencoba-coba narkoba, seks bebas, dan lain-lain.

- Berani mengatakan ‘tidak’

Ada banyak pendekatan yang sebenarnya bisa lakukan remaja untuk berani mengatakan "tidak". Salah satu cara terbaik adalah dengan langsung mengatakannya saat mengetahui ada sesuatu yang bertentangan dengan kata hati, dalam situasi apapun.

Memang ada beberapa kasus yang mungkin sulit bagi remaja untuk melakukannya, misalnya karena tekanan orang lain. Tapi, ajarkan padanya untuk tetap berani mengatakan "tidak".

- Belajar mengubah topik

Ketika seorang remaja berada dalam situasi sulit memilih atau di bawah tekanan orang lain untuk melakukan sesuatu bertentangan kata hati, agar dapat keluar dari keadaan ini, bisa dilakukan dengan mengubah topik diskusi.

Hal itu sangat penting bagi para remaja. Mereka harus belajar bagaimana mengubah subyek pembicaraan ketika berada dalam tekanan kelompoknya.

Salah satu cara lainnya adalah dengan berimprovisasi, misalnya memilih meninggalkan pembicaraan. Remaja harus belajar untuk memiliki sarana untuk keluar dari situasi sebelum bertambah buruk. (pet)

Minggu, 23 Januari 2011

VIVAnews - Banyak orang menganggap, konsumsi junk food sebagai penyebab terbesar kegemukan. Namun tahukah Anda, makanan sehat yang sering disantap pun dapat membuat pinggang melar.
Bagi yang sedang menjalani diet, mulai sekarang perhatikan makanan Anda agar diet yang dijalani tidak sia-sia. Berikut daftar makanan menyehatkan yang dapat membuat bobot tubuh melambung.

1. Sushi

Hati-hati buat penggila sushi. Sayuran dan rumput laut memang tercatat sebagai makanan rendah kalori, namun campuran krim keju atau mayonnaise, seafood membuat satu roll sushi memiliki kadar sekitar 500-600 kalori.

Kecap yang sering kita makan bersama dengan sushi pun dapat membuat bobot bertambah, karena kandungan sodiumnya membuat Anda ingin terus minum dan makan.

2. Buah yang dikeringkan

Buah yang dikeringkan ternyata memiliki kalori lebih banyak dibandingkan buah segar. Hal ini dikarenakan buar-buahan yang dikeringkan telah mengalami proses pengeringan yang menjadikannya lebih padat.

Contohnya, anggur segar memiliki 60 kalori per gelas, sedangkan kismis memiliki 460 kalori. Perlu Anda tahu, tak sedikit juga buah kering yang menggunakan gula tambahan sehingga jumlah kalorinya bisa lebih tinggi.

3. Granola

Menu sarapan sehat yang terdiri dari kacang dan gandum ini ternyata memiliki kalori sebesar 500 per mangkoknya. Heran? Ternyata penggunaan minyak yang membuatnya renyah membuat makanan ini memiliki jumlah kalori tinggi. Lebih baik memilih sereal lain dengan nutrisi yang sama namun sedikit minyak dan sugar.

4. Kopi susu

Biasanya Anda akan mencampurkan susu pada kopi hitam. Namun, ternyata hal ini adalah cara yang salah untuk mendapatkan kalsium. Jika meminum 2-3 cangkir kopi susu per hari maka Anda akan

mendapatkan 200 kalori atau lebih sama seperti mendapatkan kalori dari potongan besar butter yang berlemak tinggi.

5. Teh dalam kemasan

Banyak teh kemasan memakai gula atau madu sebagai pemanis. Satu botol teh ternyata memiliki hampir 200 kalori sama dengan satu botol soda.

6. Rengginang

Jika memakan rengginang, pasti Anda tidak akan bisa berhenti sampai habis. Makanan ini sebenarnya rendah lemak dan kalori, namun kandungan serat dan proteinnya sangat rendah. Bahkan keinginan untuk memakannya terus menerus yang menyebabkan substansi-subtansinya meningkat dalam tubuh Anda.

7. Burger sayuran

Tentu tidak memakai daging sapi pada burger memang dapat mengurangi kalori. Namun, tanpa daging pun Anda bisa mendapatkan 1000 kalori dari satu burger karena keju, bentuk roti yang besar, saus, dan mayonaise yang

membuatnya memiliki kadar kalori tinggi.

8. Jus buah

Siapa menyangka jus buah dapat membuat tubuh gemuk? Ternyata segelas jus kemasan bercitarasa jeruk atau apel memiliki 55 gram karbohidrat sama dengan satu potong roti. Dan kebanyakan jus yang beredar di pasaran mengandung sampai 12 sendok gula penuh.

9. Salad

Tidak ada yang lebih baik daripada sayuran yang tidak dicampur bumbu apapun. Penambahan keju, kacang, saus salad membuatnya kaya akan kalori bahkan lebih tinggi dari pasta.

10. Tahu

Anda akan mendapatkan sodium, kalori, lemak jenuh, dan bahkan gula dalam hidangan tahu. Namun, tahu bukan makanan yang akan membuat gemuk, namun cara mengolahnya yang bisa membuat kandungan kalori dalam makanan berbahan tahu menjadi tinggi.


Rabu, 19 Januari 2011

Ingin tampil menawan dengan cara sederhana? Rahasianya adalah dengan mengatasi masalah bau mulut, gigi menguning, dan bibir pecah-pecah. Memiliki rongga mulut sehat, selain memancarkan aura seksi dan rasa percaya diri yang besar, senyum Anda pun akan terlihat begitu memesona.

Tapi, tidak ada jalan pintas untuk membuat senyum memesona, Anda hanya perlu sedikit usaha untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Lagipula, bila Anda rajin menyikat gigi dan merawat kebersihan rongga mulut, ini bisa mengurangi kocek Anda untuk mengunjungi dokter gigi.

Nah, berikut tips-tips untuk menuju senyuman yang mempesona, seperti dikutip dari Times of India:

Untuk gigi

1. Tidak ada alasan untuk tidak menyikat gigi dua kali sehari. Menyikat secara teratur membantu menghilangkan plak dan bakteri pada permukaan gigi. Bakteri ini target enamel gigi yang menyebabkan pembusukan di sekitar gigi.

Plak mengeras sampai membentuk tartar. Hal ini juga mengakibatkan kerusakan gusi yang menyebabkan penyakit gusi. Dan jangan pernah abaikan lidah, karena bakteri menempel pada lidah juga. Jadi sikat lidah untuk mencegah bau mulut.

2. Membersihkan dengan benang gigi (flossing) juga penting dilakukan. Partikel makanan memiliki bakat untuk masuk ke celah antara gigi. “Kotoran dalam celah gigi membuat bulu sikat sulit menjangkau sehingga butuh benang untuk memastikan partikel-partikel ini tidak tinggal di antara gigi Anda lebih dari 24 jam," ujar dokter gigi, Nisha Khushalani.

3. Bilas dengan obat kumur. Bilasan antimikroba membantu banyak orang melawan penyakit gusi dan mengurangi bakteri dalam mulut Anda. Memilih obat kumur mengandung Fluorida karena mereka bekerja melawan kerusakan gigi. Anda wajib menggunakan bilasan yang mengandung alkohol. Khushalani menyarankan menggunakan obat kumur pasca sarapan dan makan siang dan untuk menghindari air sekurang-kurangnya setengah jam setelah menggunakan obat kumur.

4. Diet dengan mengonsumsi makan makanan bergizi juga akan membuat gigi sehat. Ini merupakan salah satu cara perawatan gigi yang baik juga. Hindari mengemil minuman bersoda dan dingin. Kombinasi gula dan soda bisa merusak gigi.

Snack sehat, makanan gigi-ramah seperti buah-buahan, sayuran mentah, yogurt, termasuk seledri, apel, selada wortel, dapat membantu menghilangkan partikel makanan dan plak. Khushalani menambahkan,

"Akhiri sesi makan Anda dengan makanan yang akan membersihkan gigi Anda seperti keju karena memiliki kandungan kalsium tinggi dan hindari mengunyah permen setelah makan.”

5. Rutin periksa gigi ke dokter. Jangan datang ke dokter gigi hanya ketika gigi Anda bermasalah. Lakukan cek kesehatan gigi secara rutin untuk membantu dalam mendeteksi masalah gigi dan mencegah terjadinya masalah kerusakan gigi serius.

Untuk bibir:

Bibir adalah bagian yang paling halus dari tubuh Anda. Penggunaan berlebihan produk bibir dan cuaca kering dapat menggelapkan warna bibir dan juga membuat tampilan bibir tak menarik. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati merawat bibir Anda untuk menjaga warna cerah mereka tanpa kering, pecah-pecah dan hitam:

1. Atasi masalah bibir terkelupas dengan gosok lembut bibir Anda menggunakan handuk basah dalam gerakan melingkar. Melakukan hal ini akan menghilangkan kulit mati serta meningkatkan sirkulasi darah dan membuat bibir bersih dan lembut.

2. Jangan menjilat bibir Anda ketika merasa kering dan pecah-pecah. Ini akan membuat mereka lebih kering dan Anda mungkin akan terpacu untuk melakukan pengelupasan kulit bibir dengan gigi, membuat bibir semakin kering bersisik dan mengarah ke bibir berdarah.

3. Melembabkan bibir perlu dilakukan. Jadi, selalu membawa lip balm (pelembab bibir), juga, membuat sebuah titik untuk menerapkan krim bibir sedikit sebelum menggunakan warna bibir atau lip gloss. Menerapkan lipstik di bibir pecah-pecah akan terlihat sangat norak.

4. Bersihkan bibir di malam hari perlu juga dilakukan layaknya kulit wajah, karena Anda cenderung makan dan minum selama jam tidur. Ide yang baik juga untuk melembabkan bibir Anda sebelum tidur, maka bibir anda akan memiliki waktu yang cukup untuk mendapatkan gizi dan juga memperbaiki kerusakan yang dilakukan sepanjang hari. (pet)



Sumber
VIVAnews

Empat Kunci Rumah Tangga Bahagia

1. Saling menghormati. Cinta memang alasan utama kita menikahi seseorang. Namun cinta tak akan bisa bertahan tanpa rasa saling menghormati. Menghormati bukan berarti tunduk, melainkan komitmen untuk saling mendukung pasangan dalam keadaan seperti apapun. Seburuk apapun keadaan pasangan, tak ada satu alasan pun yang membolehkan Anda menghinanya. Ingat, semua aib pasangan, juga merupakan aib Anda. Kegagalannya juga merupakan kegagalan Anda.

2. Menjaga keintiman. Menikah berarti menjalankan babak baru dalam kehidupan cinta Anda. Akan ada banyak perubahan yang terjadi jika dibandingkan dengan masa-masa pacaran. Saat menikah, keintiman terkadang terlupakan. Terlalu sibuk mencapai tujuan hidup atau sekadar mengejar materi seringkali membuat para pasangan lupa untuk menunjukkan rasa cintanya.

Untuk itu selalu sediakan waktu untuk pasangan Anda. Kecupan manis dan kata-kata cinta yang tulus akan kembali membangkitkan keintiman Anda. Anda dan pasangan juga tak akan pernah lupa alasan kalian saling jatuh cinta.

3. Kerja tim. Setelah menikah, Anda dan pasangan adalah sebuah kesatuan. Tak ada lagi 'Saya' atau 'Dia', yang ada hanya 'Kita'. Untuk itu Anda harus menyusun cara kerja tim yang sesuai. Jangan saling memaksakan pandangan. Menyatukan dua pikiran dari latar belakang yang berbeda tak pernah mudah. Namun jika Anda dan pasangan saling mendukung, hal itu sangat mungkin dilakukan.

4. Menjaga komitmen. Menjaga komitmen sangat penting dilakukan. Hal ini akan menambah rasa percaya diri Anda dan pasangan terhadap pernikahan kalian. Anda dan pasangan pun tak akan mudah digoyahkan oleh cobaan yang melintang.

Ayu Kinanti


Sumber


Minggu, 16 Januari 2011

Krisis percaya diri pascamelahirkan umum dirasakan para wanita. Penelitian membuktikan, masalah kepercayaan diri itu akan berlangsung selama 18 bulan.

Penelitian dilakukan terhadap 3.000 wanita di Inggris. Dikutip dari Dailymail, rata-rata para wanita itu baru bisa mengembalikan kepercayaan dirinya secara utuh 547 hari pascamelahirkan.

Selama itu, mereka mengalami berbagai gejolak, seperti jam tidur yang berkurang, keletihan merawat bayi, kekhawatiran akan bentuk tubuh dan sebagainya.

Sebanyak 60 persen wanita yang menjadi objek penelitian mengaku, hati mereka hancur saat mencoba baju-baju lamanya yang tak lagi sesuai ukurannya. Mereka merasa gemuk dan tidak menarik.

Satu dari empat peserta survei juga mengaku tertekan saat melihat ibu muda lain atau selebriti yang bisa mengembalikan bentuk tubuhnya seperti semua dalam waktu dekat.

Sebanyak 79 persen wanita juga mengaku tak ingin kembali ke pekerjaannya setelah melahirkan. Selain merasa tak percaya diri dengan penampilannya, para wanita itu juga merasa, bekerja bukan lagi menjadi prioritas yang utama.

Oleh karena itu, para ahli berharap, para wanita bisa menyediakan waktu untuk merawat dirinya pascamelahirkan. Melakukan perawatan di salon, atau sekadar berolahraga di rumah akan membuat kondisi fisiknya mereka menjadi lebih baik. Selain itu, hal tersebut juga bisa membuat mereka menjadi lebih rileks dan santai.

Ayu Kinanti


Sabtu, 15 Januari 2011

Ada stereotip mengenai karakter anak yang muncul berdasar urutan lahir anak. Si sulung biasanya cenderung memiliki sifat memerintah atau bossy, anak tengah cenderung supel, anak tunggal cenderung egois, dan anak bungsu cenderung manja. Benarkah?
Psikolog Hospital for Sick Children di Toronto, Dr Sandra Mendlowitz, tak menampik bahwa urutan kelahiran memengaruhi karakter seorang anak.

Anak tertua biasanya memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga adik-adiknya serta sebagai pemimpin. Situasi ini membantu dalam membangun rasa percaya diri, kedewasaan, kepemimpinan, kemampuan perencanaan, dan prestasi. Namun, karakter 'kakak tertua' sering digambarkan sebagai bossy.

Anak bungsu dianggap sebagai 'bayi' dalam keluarga dan sering dimanjakan. Ini membuat mereka tumbuh menjadi seseorang yang lucu, senang mengambil risiko, lebih bahagia, ramah, suka mencari perhatian dan lebih sensitif dibandingkan saudara-saudaranya.

Anak tengah diposisikan di antara dua ekstrem, anak tertua dan anak bungsu. Sehingga, mereka berusaha untuk melakukan hal-hal yang berbeda. Si anak tengah adalah negosiator yang ramah, pandai bersosialisasi, dan patuh. Namun, anak tengah cenderung lebih pemberontak dari saudara mereka.

Namun, Mendlowitz menegaskan, urutan kelahiran memainkan peran yang relatif kecil dalam menentukan kepribadian, hanya lima persen. "Ada banyak faktor lain yang menentukan siapa kita dan bagaimana kita akan menjadi seseorang," katanya seperti dikutip dari Times of India.


Sumber
VIVAnews

;;