Minggu, 23 Januari 2011
Kasus sodomi terhadap anak di bawah umur masih banyak terjadi. Setelah kasus sodomi yang dilakukan Robot Gedek beberapa tahun silam, kini kita dikejutkan kembali dengan kasus Sartono, pria yang telah melakukan sodomi terhadap 96 anak, dan memperjualbelikan anak untuk menjadi korban sodomi pelanggannya.
Menanggapi masalah ini, psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi mengatakan, peristiwa semacam ini bisa terjadi akibat trauma masa lalu pelaku sodomi. "Melakukan sodomi merupakan bagian dari perilaku penyimpangan seksual. Bisa terjadi karena trauma masa lalu si pelaku," kata Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi.
Kak Seto menambahkan, masalah yang bisa menyebabkan seseorang melakukan tindakan sodomi, bisa karena di masa lalunya dia adalah korban kekerasan atau pelecahan seksual.
Ada hal yang perlu dilakukan agar seseorang tidak menjadi pelaku kekerasan seksual atau pelaku sodomi di kemuadian hari. Menjauhkan anak-anak dari segala hal yang berbau pronografi adalah hal penting yang harus dilakukan para orangtua.
"Pernah menyaksikan adegan porno dalam video, internet, ponsel dan bacaan berbau pornografi di masa kecil bisa memicu tumbuhnya perilaku seks menyimpang."
Tak hanya itu, tindakan hukum yang tegas juga harus diberikan pada pelaku tindak kekerasan seksual termasuk pelaku sodomi. Selain itu, untuk para korban kekerasan seksual, harus segera diberikan terapi, agar tidak melahirkan pelaku-pelaku kekerasan seksual baru seperti Sartono.
“Media juga harus ikut berperan, mengkampanyekan sanksi bagi pelaku tindak kekerasan seksual perlu dilakukan, agar para pelaku tidak bertindak sembarangan. Mereka yang melakukan tindak kekerasan seksual harus dihukum berat, biasanya selama 15 tahun hukuman penjara,” katanya.
Kendala lain yang menyebabkan banyaknya pelaku sodomi dan tindak kekerasan seksual adalah kurangnya perhatian orangtua pada anak. Bahkan seringkali, perhatian khusus hanya sering diberikan pada anak perempuan, dengan anggapan, anak laki-laki akan lebih mandiri. Namun sesungguhnya, perhatian pada anak laki-laki juga harus diberikan. Seperti halnya, mengingatkan dia agar berhati-hati dan berusaha menghindari orang-orang yang baru dikenal.
Sumber
VIVAnews
Kamis, 20 Januari 2011
Diabetes tak hanya berhubungan dengan makanan mengandung gula, tapi juga kondisi psikologis. Sebuah studi mengklaim bahwa depresi atau stres juga dapat memicu diabetes. Bahkan bak lingkaran setan, diabetes juga bisa memicu depresi.
"Walaupun telah dihipotesiskan bahwa hubungan diabetes-depresi adalah dua arah," ujar para peneliti seperti dikutip dari Times of India.
Bersama timnya, An Pan, dari Harvard School of Public Health, Boston, menilai hubungan antara diabetes dan depresi di kalangan 65.381 wanita usia 50 sampai 75 tahun pada 1996.
Seluruh responden terklasifikasi sebagai orang dengan masalah depresi, memiliki gejala depresi, menggunakan obat antidepresan, atau telah didiagnosis depresi oleh dokter. Selama 10 tahun penelitian, 2.844 wanita didiagnosis diabetes tipe 2 dan 7.415 mengalami masalah depresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita depresi 17 persen lebih mungkin mengembangkan diabetes, setelah mengendalikan faktor risiko lainnya, seperti aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (BMI). Dan orang-orang yang menggunakan antidepresan memiliki 25 persen risiko lebih tinggi terkena diabetes dibanding mereka yang tidak mengalami depresi.
Wanita dengan diabetes 29 persen lebih mungkin mengembangkan depresi. Wanita yang mengkonsumsi insulin untuk diabetes memiliki risiko meningkat lebih jauh 53 persen lebih tinggi daripada wanita tanpa diabetes.
Hasil penelitian menunjukkan, depresi yang mungkin memiliki efek pada resiko untuk diabetes adalah berat badan dan tidak aktif secara fisik. Selain itu, temuan memperkuat penelitian bahwa diabetes berhubungan dengan stres.
"Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan kami di populasi yang berbeda dan untuk menyelidiki mekanisme potensi yang mendasari hubungan ini," kata peneliti studi dalam laporan 'Archives of Internal Medicine' edisi 22 November.
Gejala diabetes diperlihatkan dengan kadar gula darah tinggi dan ketidakmampuan untuk memproduksi insulin. Umumnya ditandai dengan sering buang air kecil, mudah haus, penglihatan kabur, serta mati rasa di tangan atau kaki. Sedangkan gejala depresi antara lain cemas, putus asa atau bersalah, kurang tidur, nafsu makan hilang atau berlebih, hingga hilangnya minat hidup.
Tingkat depresi tinggi akan memengaruhi kadar gula darah dan metabolisme insulin, melalui pelepasan hormon stres atau kortisol. Sementara diabetes dapat memicu stres kronis. Jadi hubungan diabetes dan depresi tak hanya persoalan gaya hidup tak sehat, tapi juga memiliki keterkaitan secara biologis. (pet)
Sumber
VIVAnews
Rabu, 19 Januari 2011
Ingin tampil menawan dengan cara sederhana? Rahasianya adalah dengan mengatasi masalah bau mulut, gigi menguning, dan bibir pecah-pecah. Memiliki rongga mulut sehat, selain memancarkan aura seksi dan rasa percaya diri yang besar, senyum Anda pun akan terlihat begitu memesona.
Tapi, tidak ada jalan pintas untuk membuat senyum memesona, Anda hanya perlu sedikit usaha untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Lagipula, bila Anda rajin menyikat gigi dan merawat kebersihan rongga mulut, ini bisa mengurangi kocek Anda untuk mengunjungi dokter gigi.
Nah, berikut tips-tips untuk menuju senyuman yang mempesona, seperti dikutip dari Times of India:
Untuk gigi
1. Tidak ada alasan untuk tidak menyikat gigi dua kali sehari. Menyikat secara teratur membantu menghilangkan plak dan bakteri pada permukaan gigi. Bakteri ini target enamel gigi yang menyebabkan pembusukan di sekitar gigi.
Plak mengeras sampai membentuk tartar. Hal ini juga mengakibatkan kerusakan gusi yang menyebabkan penyakit gusi. Dan jangan pernah abaikan lidah, karena bakteri menempel pada lidah juga. Jadi sikat lidah untuk mencegah bau mulut.
2. Membersihkan dengan benang gigi (flossing) juga penting dilakukan. Partikel makanan memiliki bakat untuk masuk ke celah antara gigi. “Kotoran dalam celah gigi membuat bulu sikat sulit menjangkau sehingga butuh benang untuk memastikan partikel-partikel ini tidak tinggal di antara gigi Anda lebih dari 24 jam," ujar dokter gigi, Nisha Khushalani.
3. Bilas dengan obat kumur. Bilasan antimikroba membantu banyak orang melawan penyakit gusi dan mengurangi bakteri dalam mulut Anda. Memilih obat kumur mengandung Fluorida karena mereka bekerja melawan kerusakan gigi. Anda wajib menggunakan bilasan yang mengandung alkohol. Khushalani menyarankan menggunakan obat kumur pasca sarapan dan makan siang dan untuk menghindari air sekurang-kurangnya setengah jam setelah menggunakan obat kumur.
4. Diet dengan mengonsumsi makan makanan bergizi juga akan membuat gigi sehat. Ini merupakan salah satu cara perawatan gigi yang baik juga. Hindari mengemil minuman bersoda dan dingin. Kombinasi gula dan soda bisa merusak gigi.
Snack sehat, makanan gigi-ramah seperti buah-buahan, sayuran mentah, yogurt, termasuk seledri, apel, selada wortel, dapat membantu menghilangkan partikel makanan dan plak. Khushalani menambahkan,
"Akhiri sesi makan Anda dengan makanan yang akan membersihkan gigi Anda seperti keju karena memiliki kandungan kalsium tinggi dan hindari mengunyah permen setelah makan.”
5. Rutin periksa gigi ke dokter. Jangan datang ke dokter gigi hanya ketika gigi Anda bermasalah. Lakukan cek kesehatan gigi secara rutin untuk membantu dalam mendeteksi masalah gigi dan mencegah terjadinya masalah kerusakan gigi serius.
Untuk bibir:
Bibir adalah bagian yang paling halus dari tubuh Anda. Penggunaan berlebihan produk bibir dan cuaca kering dapat menggelapkan warna bibir dan juga membuat tampilan bibir tak menarik. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati merawat bibir Anda untuk menjaga warna cerah mereka tanpa kering, pecah-pecah dan hitam:
1. Atasi masalah bibir terkelupas dengan gosok lembut bibir Anda menggunakan handuk basah dalam gerakan melingkar. Melakukan hal ini akan menghilangkan kulit mati serta meningkatkan sirkulasi darah dan membuat bibir bersih dan lembut.
2. Jangan menjilat bibir Anda ketika merasa kering dan pecah-pecah. Ini akan membuat mereka lebih kering dan Anda mungkin akan terpacu untuk melakukan pengelupasan kulit bibir dengan gigi, membuat bibir semakin kering bersisik dan mengarah ke bibir berdarah.
3. Melembabkan bibir perlu dilakukan. Jadi, selalu membawa lip balm (pelembab bibir), juga, membuat sebuah titik untuk menerapkan krim bibir sedikit sebelum menggunakan warna bibir atau lip gloss. Menerapkan lipstik di bibir pecah-pecah akan terlihat sangat norak.
4. Bersihkan bibir di malam hari perlu juga dilakukan layaknya kulit wajah, karena Anda cenderung makan dan minum selama jam tidur. Ide yang baik juga untuk melembabkan bibir Anda sebelum tidur, maka bibir anda akan memiliki waktu yang cukup untuk mendapatkan gizi dan juga memperbaiki kerusakan yang dilakukan sepanjang hari. (pet)
Sumber
VIVAnews
1. Saling menghormati. Cinta memang alasan utama kita menikahi seseorang. Namun cinta tak akan bisa bertahan tanpa rasa saling menghormati. Menghormati bukan berarti tunduk, melainkan komitmen untuk saling mendukung pasangan dalam keadaan seperti apapun. Seburuk apapun keadaan pasangan, tak ada satu alasan pun yang membolehkan Anda menghinanya. Ingat, semua aib pasangan, juga merupakan aib Anda. Kegagalannya juga merupakan kegagalan Anda.
2. Menjaga keintiman. Menikah berarti menjalankan babak baru dalam kehidupan cinta Anda. Akan ada banyak perubahan yang terjadi jika dibandingkan dengan masa-masa pacaran. Saat menikah, keintiman terkadang terlupakan. Terlalu sibuk mencapai tujuan hidup atau sekadar mengejar materi seringkali membuat para pasangan lupa untuk menunjukkan rasa cintanya.
Untuk itu selalu sediakan waktu untuk pasangan Anda. Kecupan manis dan kata-kata cinta yang tulus akan kembali membangkitkan keintiman Anda. Anda dan pasangan juga tak akan pernah lupa alasan kalian saling jatuh cinta.
3. Kerja tim. Setelah menikah, Anda dan pasangan adalah sebuah kesatuan. Tak ada lagi 'Saya' atau 'Dia', yang ada hanya 'Kita'. Untuk itu Anda harus menyusun cara kerja tim yang sesuai. Jangan saling memaksakan pandangan. Menyatukan dua pikiran dari latar belakang yang berbeda tak pernah mudah. Namun jika Anda dan pasangan saling mendukung, hal itu sangat mungkin dilakukan.
4. Menjaga komitmen. Menjaga komitmen sangat penting dilakukan. Hal ini akan menambah rasa percaya diri Anda dan pasangan terhadap pernikahan kalian. Anda dan pasangan pun tak akan mudah digoyahkan oleh cobaan yang melintang.
Ayu Kinanti
Sumber
Minggu, 16 Januari 2011
Krisis percaya diri pascamelahirkan umum dirasakan para wanita. Penelitian membuktikan, masalah kepercayaan diri itu akan berlangsung selama 18 bulan.
Penelitian dilakukan terhadap 3.000 wanita di Inggris. Dikutip dari Dailymail, rata-rata para wanita itu baru bisa mengembalikan kepercayaan dirinya secara utuh 547 hari pascamelahirkan.
Selama itu, mereka mengalami berbagai gejolak, seperti jam tidur yang berkurang, keletihan merawat bayi, kekhawatiran akan bentuk tubuh dan sebagainya.
Sebanyak 60 persen wanita yang menjadi objek penelitian mengaku, hati mereka hancur saat mencoba baju-baju lamanya yang tak lagi sesuai ukurannya. Mereka merasa gemuk dan tidak menarik.
Satu dari empat peserta survei juga mengaku tertekan saat melihat ibu muda lain atau selebriti yang bisa mengembalikan bentuk tubuhnya seperti semua dalam waktu dekat.
Sebanyak 79 persen wanita juga mengaku tak ingin kembali ke pekerjaannya setelah melahirkan. Selain merasa tak percaya diri dengan penampilannya, para wanita itu juga merasa, bekerja bukan lagi menjadi prioritas yang utama.
Oleh karena itu, para ahli berharap, para wanita bisa menyediakan waktu untuk merawat dirinya pascamelahirkan. Melakukan perawatan di salon, atau sekadar berolahraga di rumah akan membuat kondisi fisiknya mereka menjadi lebih baik. Selain itu, hal tersebut juga bisa membuat mereka menjadi lebih rileks dan santai.
Ayu Kinanti
Kamis, 13 Januari 2011
Tanya:
Ketika masih berstatus pengantin baru, saya baru mengetahui bahwa suami adalah pengguna narkoba. Meski merasa tertipu, namun saya tetap berusaha menjalani pernikahan ini dengan baik.
Hingga tahun lalu suami mengaku telah berhenti memakai narkoba. Sayangnya, saya sudah terlalu kecewa dan tak bisa mempercayainya kembali. Hubungan kami pun makin terasa hambar.
Dalam kondisi rapuh, seorang pria mencoba menarik perhatian saya. Saya pun merasa dilindungi dan dicintai bila didekatnya. Meski saya pernah berpikir semua pria sama saja, tapi pria satu ini tergolong penyabar dan bisa menyenangkan saya.
Meski ada keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan suami, tapi sepertinya saya mulai jatuh cinta dengan pria lain. Masalahnya, saya tidak bisa menyakiti hati dua anak hasil pernikahan kami. Apa yang harus saya lakukan?
WD
Jawab:
Bila dilihat dari hati, yang perlu Anda lakukan saat ini adalah menyelesaikan permasalahan di pernikahan dengan baik. Cobalah membuat komitmen baru dengan suami.
Dan, sebaiknya jangan membuat masalah baru dengan kehadiran pria lain. Anda harus bersikap tegas pada pria itu, bahwa Anda tak bisa berhubungan dengannya sebelum masalah pernikahan Anda selesai.
Jika perlu teman curhat untuk mengurangi beban, Anda bisa berbicara dengan keluarga atau teman. Selain itu, coba komunikasikan dengan orangtua suami untuk mendapat dukungan kuat serta masukan yang jauh lebih baik. Dan, jadikan anak sebagai prioritas untuk terus berusaha menjadikan rumah tangga lebih baik.
Baca juga: 7 Tipe Pria Ini Belum Layak Menikah
Konsultan: Feri Purwo
Jika Anda punya masalah percintaan atau perkawinan, kirimkan pertanyaan Anda ke rubrik 'Bincang Hati' melalui email " konsultasi.fiesta@vivanews.com ". Jangan lupa untuk mencantumkan nama lengkap Anda dan pasangan, berserta tanggal lahir. Nama pengirim akan disamarkan. Anda juga bisa curhat di www.curhaters.com
Kamis, 19 Agustus 2010

DEPRESI dan kecemasan akan kelanjutan masa depan berdampak buruk pada pola makan Anda saat kehilangan pekerjaan atau juga cuti panjang. Selain itu ada juga alas an menganggur bisa menurunkan harga diri sehingga membuat orang kesulitan untuk mengurus diri menjadi lebih baik.
Saat menjadi pengangguran, gaya hidup sehat Anda kemungkinan besar akan berpengaruh. Demi irit, mungkin Anda akan lebih banyak menyimpan makanan beku atau makanan yang seharusnya segar tetapi disimpan dalam jangka waktu lama untuk mengurangi biaya transportasi belanja.
Akhirnya, junk food dan makanan microwave yang murah menjadi pilihan sedangkan buah-buahan dan sayuran organik cenderung lebih mahal semakin sulit dijangkau.
Beruntung ada banyak perbaikan gaya hidup yang berguna untuk menghindari kegemukan saat Anda menganggur. Bahkan, secara realistis, Anda mempunyai banyak waktu untuk mengurus diri dan membuat Anda menjadi jauh lebih sehat dari sebelumnya.
1. Jadwalkan latihan gerak
Anda sangat bisa melakukan latihatan gerak rutin setiap hari dengan durasi tertentu. Cobalah berkomitmen dengan kesepakatan yang telah Anda buat sendiri. Fokuslah untuk tetap bugar dan pertahankan bahkan saat Anda masuk kerja kembali atau mendapatkan pekerjaan baru.
2. Memasak makanan segar
Waktu yang banyak tersedia justru membuat Anda punya banyak pilihan untuk berbelanja dan punya kesempatan memilih bahan makanan terbaik. Anda tidak terburu waktu. Masaklah sayuran dan makanan pilihan bernutrisi baik yang diperlukan oleh tubuh Anda dan nikmatilah kehematannya.
3. Bergaul
Banyak orang yang kehilangan pekerjaan ataun juga sedang cuti lama seperti Anda. Buatlah kelompok ini menjadi sebuah kelompok potensial yang membahas banyak hal atau melakukan sesuatu yang istimewa seperti ngopi bersama atau sekadar bertemu. Intinya bergaul-lah. Sebab dengan mengisolasi diri sendiri justru akan membuat Anda semakin terpuruk. Anggota kelompok yang positif justru akan memberikan energi dan dukungan baik bagi Anda. (OL-06)
Sumber
MediaIndonesia.com
Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku
