Jumat, 31 Oktober 2014
Menurut dokter spesialis penyakit mulut, Widya Apsari, penderita sariawan tidak perlu menggunakan obat antibiotik, seperti Abothyl. “Karena belum ada penelitian ilmiah resmi menyatakan Abothyl dengan Polikresulen bisa dan disarankan untuk penyakit sariawan,” kata Widya kepada Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, 2 September 2014. “Lagipula sariawan normalnya bisa sembuh sendiri, antara satu sampai dua pekan.”
Meski bersifat antiseptik, Abothyl mengandung zat polikresulen yang menonjolkan efek penyempitan pembuluh darah. Lazimnya zat ini berguna untuk mengontrol pendarahan. Polikresulen bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah sehingga menghalangi nutrisi ke jaringan mati, efek ini yang diklaim bisa menyembuhkan sariawan.
Polikresulen memang bertugas membunuh jaringan yang rusak. Hingga efek warna putih bisa jelas terlihat setelah terkena cairan Abothyl. Jika kondisi tubuh Anda tergolong sehat, efeknya hanya sampai jaringan mati dan terbentuknya jaringan baru. Namun bila mengalami anemia atau kondisi khusus dalam tubuh, ada kemungkinan sariawan malah semakin parah setelah terkena Abothyl.
Secara legal, kegunaan Abothyl hanya untuk luka seputaran pada anal dan vagina. Karena tak ada panduan pemakaian untuk mulut, penderita sariawan pun tak bisa menakar jumlah zat polikresulen yang pas. Kalau saja terlalu banyak, jumlah jaringan mulut yang mati pun bakal menyebar.
Dalam ilmu kedokteran, sariawan terkenal dengan julukan Stomatitis Aphtosa Rekuren atau SAR. Berbentuk oval atau bulat, biasanya sariawan terjadi di area pipi bagian dalam, lidah, dan langit-langit mulut dekat amandel. Untuk luka sebesar tiga milimeter, kerap disebut SAR tipe minor; 5 milimeter bertipe mayor; dan tipe hepetiform jika sariawan berjumlah lebih dari sepuluh.
Widya mengatakan, biasanya sariawan tidak memiliki gejala penyakit lain. Namun bila disertai dengan ngilu, demam, nyeri, atau panas, Anda patut curiga. “Bisa jadi itu merupakan behcet syndrome, crohn disease, atau infeksi virus herpes yang mempunyai gambaran luka mirip dengan SAR,” kata dia.
Sariawan sendiri terjadi karena beberapa sebab. Seperti gen atau keturunan dari orang tua. Menurut Widya, 90 persen penderita sariawan merupakan bawaan orang tua. Ada pula penderita yang mengalami sariawan karena malnutrisi vitamin B12, asam folat, dan zat besi; trauma mekanis, seperti pipi bagian dalam tergigit atau gusi terkena sikat gigi; stres fisik atau psikis; kelainan sistem imun; atau hormon, saat menstruasi maupun menopose.
Penderita sariawan kerap mengalami luka pada rongga mulut secara berulang, meski nutrisi seperti vitamin sudah terpenuhi. Jika mengalami sariawan lebih dari dua pekan di lokasi yang sama, Anda wajib memeriksa ke dokter.
Agar sariawan lekas hilang dengan aman, Anda bisa menggunakan obat bermerek Kenalog yang mengandung triamsinolon acetonide atau Aloclair, dengan kandungan mengandung aloe vera dansodium hialuronat. Kedua obat itu bersifat coating agent, menghilangkan radang, dan mempercepat penyembuhan sel tanpa merusak sel tubuh.
Cara pertama penanggulangan sariawan bisa juga dengan berkumur air garam. Bersifat antiseptik, air garam mampu melembabkan rongga mulut hingga mempercepat penyembuhan jaringan. Anda juga bisa mengompres sariawan dengan kain kasa yang berkumur dengan obat cair ber-khlorhexidin. “Cek juga kebersihan mulut seperti ada tidaknya karang gigi, gigi berlubang, hingga gigi tajam,” kata Widya. “Yang terpenting, harus menemukan faktor pencetus sariawan itu.” Sumber : id. yahoo.com
Senin, 27 Oktober 2014
Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh. Memiliki tubuh yang sehat merupakan keinginan setiap orang termasuk anda. Dengan tetap sehat, mka aktivitas yang kita lakukan bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita. Dengan Sehat pula, maka kita tidak harus mengeluarkan waktu dan biaya untuk membeli obat atau pergi ke rumah sakit. Jadi kita harus selalu bersyukur dengan nikmat kesehatan yang di berikan Tuhan YME kepada kita semua. Ada berbagai tips yang berhubungan dengan kesehatan dan daya tahan tubuh. Lalu, apa saja tips menjaga daya tahan tubuh agar selalu sehat tersebut...??? Minggu, 23 Januari 2011
Kasus sodomi terhadap anak di bawah umur masih banyak terjadi. Setelah kasus sodomi yang dilakukan Robot Gedek beberapa tahun silam, kini kita dikejutkan kembali dengan kasus Sartono, pria yang telah melakukan sodomi terhadap 96 anak, dan memperjualbelikan anak untuk menjadi korban sodomi pelanggannya.
Menanggapi masalah ini, psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi mengatakan, peristiwa semacam ini bisa terjadi akibat trauma masa lalu pelaku sodomi. "Melakukan sodomi merupakan bagian dari perilaku penyimpangan seksual. Bisa terjadi karena trauma masa lalu si pelaku," kata Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi.
Kak Seto menambahkan, masalah yang bisa menyebabkan seseorang melakukan tindakan sodomi, bisa karena di masa lalunya dia adalah korban kekerasan atau pelecahan seksual.
Ada hal yang perlu dilakukan agar seseorang tidak menjadi pelaku kekerasan seksual atau pelaku sodomi di kemuadian hari. Menjauhkan anak-anak dari segala hal yang berbau pronografi adalah hal penting yang harus dilakukan para orangtua.
"Pernah menyaksikan adegan porno dalam video, internet, ponsel dan bacaan berbau pornografi di masa kecil bisa memicu tumbuhnya perilaku seks menyimpang."
Tak hanya itu, tindakan hukum yang tegas juga harus diberikan pada pelaku tindak kekerasan seksual termasuk pelaku sodomi. Selain itu, untuk para korban kekerasan seksual, harus segera diberikan terapi, agar tidak melahirkan pelaku-pelaku kekerasan seksual baru seperti Sartono.
“Media juga harus ikut berperan, mengkampanyekan sanksi bagi pelaku tindak kekerasan seksual perlu dilakukan, agar para pelaku tidak bertindak sembarangan. Mereka yang melakukan tindak kekerasan seksual harus dihukum berat, biasanya selama 15 tahun hukuman penjara,” katanya.
Kendala lain yang menyebabkan banyaknya pelaku sodomi dan tindak kekerasan seksual adalah kurangnya perhatian orangtua pada anak. Bahkan seringkali, perhatian khusus hanya sering diberikan pada anak perempuan, dengan anggapan, anak laki-laki akan lebih mandiri. Namun sesungguhnya, perhatian pada anak laki-laki juga harus diberikan. Seperti halnya, mengingatkan dia agar berhati-hati dan berusaha menghindari orang-orang yang baru dikenal.
Sumber
VIVAnews
Kamis, 20 Januari 2011
Diabetes tak hanya berhubungan dengan makanan mengandung gula, tapi juga kondisi psikologis. Sebuah studi mengklaim bahwa depresi atau stres juga dapat memicu diabetes. Bahkan bak lingkaran setan, diabetes juga bisa memicu depresi.
"Walaupun telah dihipotesiskan bahwa hubungan diabetes-depresi adalah dua arah," ujar para peneliti seperti dikutip dari Times of India.
Bersama timnya, An Pan, dari Harvard School of Public Health, Boston, menilai hubungan antara diabetes dan depresi di kalangan 65.381 wanita usia 50 sampai 75 tahun pada 1996.
Seluruh responden terklasifikasi sebagai orang dengan masalah depresi, memiliki gejala depresi, menggunakan obat antidepresan, atau telah didiagnosis depresi oleh dokter. Selama 10 tahun penelitian, 2.844 wanita didiagnosis diabetes tipe 2 dan 7.415 mengalami masalah depresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita depresi 17 persen lebih mungkin mengembangkan diabetes, setelah mengendalikan faktor risiko lainnya, seperti aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (BMI). Dan orang-orang yang menggunakan antidepresan memiliki 25 persen risiko lebih tinggi terkena diabetes dibanding mereka yang tidak mengalami depresi.
Wanita dengan diabetes 29 persen lebih mungkin mengembangkan depresi. Wanita yang mengkonsumsi insulin untuk diabetes memiliki risiko meningkat lebih jauh 53 persen lebih tinggi daripada wanita tanpa diabetes.
Hasil penelitian menunjukkan, depresi yang mungkin memiliki efek pada resiko untuk diabetes adalah berat badan dan tidak aktif secara fisik. Selain itu, temuan memperkuat penelitian bahwa diabetes berhubungan dengan stres.
"Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan kami di populasi yang berbeda dan untuk menyelidiki mekanisme potensi yang mendasari hubungan ini," kata peneliti studi dalam laporan 'Archives of Internal Medicine' edisi 22 November.
Gejala diabetes diperlihatkan dengan kadar gula darah tinggi dan ketidakmampuan untuk memproduksi insulin. Umumnya ditandai dengan sering buang air kecil, mudah haus, penglihatan kabur, serta mati rasa di tangan atau kaki. Sedangkan gejala depresi antara lain cemas, putus asa atau bersalah, kurang tidur, nafsu makan hilang atau berlebih, hingga hilangnya minat hidup.
Tingkat depresi tinggi akan memengaruhi kadar gula darah dan metabolisme insulin, melalui pelepasan hormon stres atau kortisol. Sementara diabetes dapat memicu stres kronis. Jadi hubungan diabetes dan depresi tak hanya persoalan gaya hidup tak sehat, tapi juga memiliki keterkaitan secara biologis. (pet)
Sumber
VIVAnews
Rabu, 19 Januari 2011
Saat lajang, Anda pasti dengan mudah dan tanpa beban menggoda banyak pria. Saat menikah, karena sudah memiliki komitmen, menggoda pria lain harus dihentikan.
Tetapi bagi sebagian wanita, pernikahan tidak membuat mereka lantas berhenti menggoda pria lain. Meskipun hal ini dianggap "kesalahan" tetapi ada beberapa alasan biologis dan psikologis mengapa hal itu bisa terjadi.
- Ketidakpuasan
Tampak logis bahwa wanita menikah yang menggoda pria lain merasa tidak puas dengan pernikahannya. Tetapi bukan hanya itu, menurut laporan dari majalah Time banyak wanita yang mengaku menggoda pria lain tetapi tidak ingin meninggalkan pernikahan. Itu disebabkan karena mereka hanya tidak bisa menahan getaran dan ingin mengejar perasaan gairah muda untuk menggoda dan mencari tantangan.
- Respon biologis
Kemampuan dasar untuk menggoda adalah bawaan biologis. Dorongan ini berakar dari asal-usul spesies, ketika manusia pertama harus bekerja keras untuk memastikan bahwa mereka direproduksi. Termasuk ketika seorang wanita sudah menikah, mereka masih memiliki keinginan naluriah untuk membuat diri mereka membentuk ikatan romantis.
- Tantangan
Beberapa wanita menganggap menggoda pria lain adalah sebuah tantangan. Terutama ketika mereka menggoda di depan umum, untuk mendapatkan sensasi tertentu. Ketika mereka terlibat dalam perilaku yang dilarang, justru merasa bersemangat dan tertantang pada saat yang bersamaan.
- Kebosananan
Kebosanan adalah alasan emosi yang paling sering membuat wanita menikah menggoda pria lain. Seperti dilansir "Psychology Today Magazine," ketika wanita merasa bahwa mereka telah menemukan semua yang perlu diketahui tentang pasangannya, mereka sering menjadi bersemangat untuk mencoba menggoda pria lain yang baru dikenalnya.
Untuk menjaga hal ini, Anda dan pasangan sebaiknya menjaga "misteri" agar tetap saling mengundang rasa penasaran. Sehingga, keinginan untuk menggoda pria lain bisa diredam. (umi)
Sumber
VIVAnews
Ada fenomena misterius yang dialami sejumlah pria setelah bercinta. Pasca mencapai klimaks, mereka akan segera merasakan gejala seperti sakit flu berat. Ilmuwan Belanda mendoagnosis hal tersebut kemungkinan besar akibat alergi terhadap air mani mereka sendiri.
Kondisi ini dikenal sebagai sindroma penyakit pasca-orgasmik, atau POIS. Meskipun ilmuwan mulai mengindentifikasi penyakit 'aneh' ini selama sepuluh tahun, masih sulit menemukan penderitanya. Sebab, diduga banyak penderitanya yang malu memberitahu dokter.
POIS memiliki gejala seperti demam, hidung berair, kelelahan yang ekstrem dan mata terbakar. Sindroma ini menyerang pria sesaat setelah mengalami klimaks dan dapat bertahan hingga seminggu.
Marcel Waldinger, seorang profesor Psikofamakologi seksual di Universitas Utrecht di Belanda, dan timnya menganalisis 45 orang yang didiagnosis memiliki POIS.
Dikutip dari Huffingtonpost, 33 pasien setuju menjalani tes alergi menggunakan uji standar dengan menyuntikkan air mani yang diencerkan pada kulit. Dari jumlah tersebut, 29 orang (88 persen) mengalami reaksi alergi kulit atau autoimun.
Waldinger menyatakan, pengobatan POIS yang disebut 'hyposensitisation'. Mereka akan menerima suntikan pada kulit dengan air mani encer dan bertahap dinaikkan kekentalannya.
Pada tahun ketiga, gejala alergi mengalami penurunan drastis.
Sumber
VIVAnews
JAKARTA--Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus menyelidiki dugaan wabah legionella di Bali setelah dilaporkan ada beberapa turis Australia terkena serangan bakteri tersebut. Bakteri ini menyerang saluran pernafasan.
"Tadi pagi tim baru datang dari Bali dan akan memeriksa sampel di laboratorium kami di Yogyakarta. Mungkin hasilnya seminggu lagi baru ketahuan," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE di Jakarta, Rabu.
Selama melakukan penyelidikan mengenai kemungkinan adanya wabah tersebut, Dinas Kesehatan terkait disebut Tjandra telah melakukan desinfektan terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penularan. "Ada dua daerah yang dilakukan desinfektan," katanya.
Tjandra mengungkapkan pihak Kementerian Kesehatan dari Australia telah menghubungi pihaknya mengenai kemungkinan adanya wabah lewat jaringan International Health Regulations (IHR) yang diikuti kedua negara. Adanya jaringan tersebut memang mewajibkan suatu negara untuk melaporkan adanya dugaan kasus wabah agar dapat ditangani dan untuk antisipasi penularan selanjutnya.
Sementara itu, sebanyak 10 orang turis asal Australia telah dipulangkan karena terjangkit penyakit legionella yang merupakan suatu penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri Legionella dan menyerang saluran napas di paru-paru.
Sumber
REPUBLIKA.CO.ID

