-->

Rabu, 23 Januari 2013

Mengamankan Mobil Saat Banjir

Oleh Marmi Panti Hidayah BENCANA banjir di Jakarta membuat sejumlah mobil terjebak mati mesin saat terpaksa menerobos genangan air. Tak heran, waktu banjir usai, bengkel-bengkel diserbu kendaraan roda empat yang membutuhkan perawatan. Jika saat ini bengkel mobil masih terlihat biasa-biasa saja, jangan dulu berpikir kendaraan Anda bebas masalah. Biasanya, kata Opik, montir dari bengkel Berkah Motor I di Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, baru seminggu setelah banjir “pasien” mulai marak. “Biasanya sih konsentrasi masyarakat saat ini menyelamatkan diri dulu, mobil menyusul kemudian,” katanya. Mengacu pada peristiwa banjir sebelumnya, kata dia, “Bisa seminggu atau lebih setelah banjir melanda, baru banyak mobil masuk.” Agar tidak menjadi pasien bengkel, apa yang bisa disarankan bagi pemilik kendaraan di musim seperti ini? Pemilik kendaraan sebaiknya tidak memaksakan diri menerjang genangan air yang terlalu tinggi. Itu adalah cara paling aman untuk mencegah mobil mati mesin. “Kalau mobil masuk genangan hingga separuh roda (ban), air berpotensi masuk ke dalam mesin dan pasti akan mengganggu,” ujarnya. Tentu saja ini tergantung dari tinggi rendahnya mobil. Untuk mobil jenis jip, genangan air setinggi setengah ban masih terbilang aman. “Jadi, bila melihat genangan air sudah setengah ban, sebaiknya perjalanan jangan diteruskan. Itu cara paling aman,” jelasnya. Selain menghindari genangan air terlalu tinggi, pemilik mobil sebaiknya menjaga bagian-bagian mobil yang bocor terkena air. Bisa jadi pemilik mobil hanya terpaku pada body kendaraan secara keseluruhan. Mereka tidak menyadari ada sela-sela mobil yang bocor. “Jika terjadi kebocoran, air bisa masuk membasahi bagian mobil terutama masalah kelistrikan. Apalagi untuk mobil-mobil sekarang ada sistem komputernya, bisa terkena,” tambah Opik. Menurut dia, sepanjang masalah elektrik tidak terganggu dan air tidak masuk dalam ruang bakar mesin, maka tidak akan ada masalah pada mobil yang terjebak banjir. Kecuali bila memang ada penyakit lain pada kendaraan. Dalam beberapa kasus mati mesin pada mobil yang terendam banjir, lanjut Opik, bisa terjadi karena adanya gangguan pada elektrik mobilnya. Mungkin elektrikal mobil kemasukan air yang akan mengganggu perputaran hingga menyebabkan mati mesin. Selain itu, bisa terjadi gangguan secara mekanikal. “Misalkan mobil menerjang genangan air hingga air masuk ke dalam ruang bakar mobil, nanti akan terjadi kerusakan secara mekanikal,” jelasnya. Air yang masuk ke ruang bakar akan merusak piston, block mobil, atau bagian mesin lainnya. Selama air belum merusak, lanjut Opik, cara paling mudah mengeluarkan air yang masuk. Kemudian dilihat secara elektrikal, jika tidak ada masalah maka akan dilihat secara mekanikal. “Kalau belum cukup juga harus dibongkar, apalagi kalau air sudah sampai merusak mesin,” tambahnya. Selain masalah ancaman masuknya air ke dalam ruang bakar, mobil menghadapi ancaman kemacetan parah. Ini berbahaya seandainya kendaraan kurang terawat dengan baik. Misalnya ada kebocoran yang dibiarkan. Kondisi mesin, terutama dalam kemacetan panjang, daya tahannya akan melemah sehingga berpotensi mati. Sementara bengkel Auto2000, memberikan tips pertolongan pertama bila kendaraan terkena banjir: 1. Segera lepaskan kabel negatif aki. Tujuannya adalah untuk menghindari hubungan arus pendek (korsleting) dari arus listrik yang dapat merusak komponen elektronik di dalamnya. 2. Jika memungkinkan untuk memindahkannya, lakukan dengan cara mendorong. Jangan coba-coba untuk menyalakan mesin karena dapat menyebabkan korsleting dan air banjir akan terhisap masuk ke dalam mesin. 3. Segera menonaktifkan rem parkir, lalu gunakan batu atau masukkan persnelling ke gigi 1 (manual) atau posisi P (matic) untuk menghindari kanvas rem melekat, terutama pada mobil yang masih menggunakan rem tromol. 4. Cek semua oli atau minyak, baik itu mesin, transmisi, dan lainnya karena kemungkinan oli atau minyak tersebut sudah tercampur air. Jadi sebaiknya kuras semua oli atau minyak tersebut dengan yang baru. 5. Jika kendaraan masih memungkinkan untuk dikendarai, silakan segera dibawa ke dealer resmi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena kendaraan yang sudah menggunakan ECU sangat sensitif dan kemungkinan mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates