-->

Minggu, 03 Maret 2013

Oleh Tia Ghose, Staf Penulis LiveScience | LiveScience.com Memiliki banyak anak laki-laki mungkin mengurangi hidup wanita ketimbang memiliki anak perempuan, menurut penelitian terbaru. Temuan itu, yang berdasarkan dari sekelompok wanita Finlandia yang lahir sebagian besar sebelum industrialisasi, memiliki korelasi, sehingga mereka tidak bisa membuktikan apakah anak laki-laki benar-benar memperpendek hidup ibu mereka dibandingkan anak perempuan. Dan karena efeknya bervariasi di seluruh dunia, faktor sosial, bukan efek biologis intrinsik, mungkin dapat disalahkan. Namun penelitian itu, yang diterbitkan pada 26 Februari di jurnal “Biology Letters”, menunjukkan bahwa perbedaan budaya dalam bagaimana anak laki-laki dan perempuan dibesarkan secara historis dapat memengaruhi masa hidup perempuan. "Anak laki-laki dewasa mungkin bermanfaat bagi kesejahteraan orangtua mereka dan itu terjadi di beberapa negara, tapi anak perempuan mungkin bermanfaat di negara lain," tulis salah satu penulis penelitian Samuli Helle, seorang ahli ekologi evolusi di University of Turku di Finlandia, dalam email. Proses mahal Kehamilan dan menyusui keduanya membutuhkan nutrisi ekstra dan kalori. Kebutuhan energi ekstra dapat berdampak pada wanita yang memiliki anak lebih banyak dan memperpendek hidup mereka, bahkan jika mereka lebih sehat dibandingkan perempuan lain, tutur Grazyna Jasienska, seorang antropolog biologi di Jagiellonian University, Polandia, yang tidak terlibat dalam penelitian. Dan karena rata-rata laki-laki lahir sedikit lebih berat dibandingkan perempuan, para ahli telah memperkirakan bahwa mereka mungkin memerlukan lebih banyak nutrisi, membuat proses reproduktif mereka lebih mahal. Namun penelitian di seluruh dunia menunjukkan efek yang saling bertentangan. Di Cina, laki-laki tampaknya memberikan keuntungan panjang umur, misalnya. Untuk melihat bagaimana pengaruhnya di Finlandia, Helle dan rekan-rekannya melacak rekam jejak gereja paroki Lutheran atas lebih dari 11.000 wanita dan anak-anak mereka dari tiga abad terakhir. Sebagian besar perempuan lahir sebelum 1960. Semakin banyak anak laki-laki yang dimiliki seorang wanita, semakin besar kemungkinan dia memiliki hidup yang lebih singkat setelah kelahiran terakhir. Pengaruhnya muncul baik perempuan itu kaya atau miskin. Pengaruh budaya Alasan kemungkinan memperpendek ini mungkin tidak ada hubungannya dengan energi tambahan yang terkait dengan anak laki-laki selama kehamilan dan bayi, tutur Jasienska kepada LiveScience. Sebaliknya, mungkin mencerminkan norma-norma sosial yang berlaku pada saat itu. "Anak perempuan pada sebagian besar masyarakat tradisional, seperti yang kita tahu, jauh lebih bermanfaat untuk ibu dibandingkan anak laki-laki," tutur Jasienska. "Mereka dapat membantu merawat anak, mereka dapat membantu banyak tugas." Dan karena penelitian ini fokus pada sebagian besar masyarakat pra-industri, ketika makanan langka dan wanita tidak memiliki alat KB, pengaruhnya mungkin tidak berlanjut hingga saat ini, tulis Helle. "Kita bisa berspekulasi bahwa karena memiliki perawatan medis modern, ukuran keluarga yang lebih kecil dan sumber daya yang lebih melimpah, akibat reproduksi biologi tidak mungkin memainkan peran penting dalam masyarakat modern lagi," tulis Helle. Namun perbedaan sosial lain masih bisa membuat anak laki-laki dan perempuan memengaruhi masa hidup perempuan, imbuhnya.

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates