-->

Jumat, 25 Juni 2010

Lima Mitos Perusak Pernikahan

Pernikahan seringkali dianggap sebagai pintu gerbang mencapai kebahagiaan secara finansial, kesehatan, hingga pribadi. Benarkah?

Sebuah studi membuktikan, pernikahan menstabilkan penghasilan dan menyebabkan beberapa orang menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol.

Namun, tak semua pernikahan memberi manfaat positif. Shine memberikan lima mitos yang bisa membuat sebuah pernikahan menjadi ikatan yang hubungan yang tidak sehat.

1. Yang dibutuhkan hanyalah cinta

Walaupun rasa cinta menjadi prasyarat pernikahan yang langgeng, tidak semua hal akan berjalan lancar selama menjalankan hubungan dengan pasangan. Komunikasi, prinsip dan nilai bersama, toleransi, harapan yang realistis, komitmen, serta kebaikan perlu Anda berdua pupuk untuk melengkapi sebuah pernikahan yang baik.

2. Saling melengkapi satu sama lain

Saling melengkapi jelas memberikan keuntungan dalam sebuah hubungan. Namun, berharap orang lain melengkapi kekurangan Anda adalah sebuah harapan yang tidak realistis. Memang, kolaborasi sejumlah sifat Anda bisa saling menutup kekurangan. Tetapi, jangan mengharapkan semuanya akan sempurna karena bisa membuat kecewa di kemudian hari.

3. Berbagi segalanya

Saling berbagi mungkin menunjukkan kasih sayang dan perhatian antarpasangan. Namun, tidak realistis jika masing-masing pasangan membagi segala sesuatu bersama. Ada hal-hal yang berbeda di antara pasangan yang tidak dapat dibagi. Komunikasikan kepada pasangan, hal apa saja yang bisa dibagi dan tetap menjadi milik pribadi sebelum menikah. Bila tidak, ini bisa menimbulkan masalah dalam sebuah hubungan yang harmonis sekalipun.

4. Anak membuat pasangan lebih dekat

Hubungan antara anak dan orang tua pasti akan terjalin selamanya. Tetapi sebuah studi membuktikan kelahiran anak pertama sering membuat pasangan cenderung terpisah secara emosi. Kemungkinan, salah satu pihak menolak kehadiran anak atau merasa kesepian serta berkurangnya perhatian pasangan akibat kehadiran anak. Sebelum memutuskan memiliki anak, diskusikan konsekuensi yang akan Anda berdua temui.

5. Hubungan harmonis berjalan alamiah

Banyak orang menyalahkan seseorang yang mengalami kegagalan dalam pernikahan karena terlalu 'ngotot' menjalani hubungan. Memang tidak mungkin mengharapkan sebuah hubungan berjalan baik dengan sendirinya. Yang terpenting, tanggung jawab kedua pihak untuk membuat hubungan tetap langgeng.



Sumber
VIVAnews

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates