-->

Sabtu, 20 Februari 2010

Tips dan Trik Mengukur Lemak

Ilmu medis belakangan ini semakin canggih saja. Jika sebelumnya, lemak tubuh diukur melalui berat badan dan hitungan indeks massa tubuh, maka kini dunia kedokteran memiliki alternatif cara untuk mengetahui kadar lemak sekaligus penyebarannya dalam tubuh. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode underwater weight.
Metode underwater weight melakukan pengukuran dengan cara memasukkan seseorang ke dalam air di wadah tertentu. Selanjutnya, lemak tubuh dihitung berdasarkan jumlah air yang tersisa. Gambarannya, cara ini hampir serupa dengan kejadian saat Archimedes menemukan rumus tekanan.

Cara lainnya dengan menggunakan alat bod pod. Alat ini berupa ruang berbentuk seperti telur berukuran besar. Seseorang yang ingin diukur lemaknya hanya diminta masuk ke dalam ruangan itu. Jumlah lemak diketahui dengan menghitung jumlah udara yang tersisa.

Metode berikutnya yang boleh dibilang paling canggih di antara cara lainnya adalah dengan menggunakan DEXA (dual energy X-ray absorptiometry). Alat ini merupakan alat yang sama untuk mengukur kepadatan tulang pada penderita osteoporosis. Alat canggih ini tak hanya mampu menghitung jumlah lemak namun sekaligus penyebarannya.

Sayangnya, ketiga metode ini cukup rumit dan tak semua orang mampu mengaksesnya. Tapi jangan khawatir, pasalnya ada beberapa cara lain untuk mengukur lemak. Misalnya dengan menggunakan jangka kulit untuk mengukur ketebalan lipatan kulit pada beberapa bagian tubuh seperti lengan dan perut.

Cara lain yang lebih sederhana adalah dengan tes lemak, melalui analisis bioelektrik. Penggunaannya cukup simpel, hanya dengan mengalirkan sejumlah arus listrik ringan ke seluruh tubuh, lantas mesin langsung menganalisanya.
Proses ini memakan waktu singkat tak sampai 10 menit. Namun hasilnya, pasien tak hanya bisa mengetahui jumlah lemak, mereka juga bisa mengetahui kandungan air tubuh. Dan tak jarang berat badan ideal yang perlu dicapai. Analisa lemak semacam ini bisa didapati di body care centre seperti Impressions.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari


Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates