-->

Sabtu, 05 November 2011

MUSIM kemarau umumnya menghadirkan situasi dilematis bagi pemilik kendaraan roda empat. Parkir di bawah terik matahari langsung membuat suhu interior panas, sementara jika dibawah pohon rindang, kita khawatir cat rusak terkena kotoran burung.

Sudah lama diyakini, asam yang terdapat pada kotoran burung dapat menyebabkan kerusakan parah pada permukaan cat kendaraan. Namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh AutoGlym di Inggris mengungkapkan bahwa sebenarnya kerusakan cat bukan disebabkan oleh kotoran burung secara langsung. Ia hanya bagian kecil saja dari sebuah masalah.

'Oknum' yang sesungguhnya harus bertanggung jawab adalah sinar matahari. Radiasi cahaya yang dipancarkan membuat cat panas dan memuai bersama kotoran burung. Sinar matahari juga membuat kotoran burung menjadi mengeras ketika mengering.

Ketika matahari terbenam, permukaan cat kendaraan menjadi dingin dan menyusut, terbentuklah bekas disekeliling kotoran burung yang sulit hilang akibat adanya perbedaan karakter antara cat dan kotoran burung saat menyusut akibat proses pendinginan.

Oleh karena itu, ketika burung sudah melakukan 'bisnis'-nya di atas kendaraan Anda, hal yang harus dilakukan adalah sesegera mungkin membersihkan kotoran tersebut. Kain basah adalah senjata ampuh untuk membantu melakukan hal itu.

Untuk menghindari hal itu sebaiknya lindungi mobil Anda dengan penutup khusus mobil (car cover) di tempat yang teduh. Pasalnya, car cover juga bisa menimbulkan masalah lain jika digunakan untuk menutupi kendaraan yang tengah terjemur panas matahari.

Pola jalinan serat kain dari material car cover yang menempel pada bodi kendaraan dapat 'tercetak' pada cat yang memuai dan menjadi lunak akibat panas. Ketika menjadi dingin pola tersebut akan sulit dihilangkan karena sifatnya berubah menjadi permanen. (OL-07)

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates