-->

Minggu, 20 November 2011

Salahkan Hormon bila Anda Sulit Langsing

COBAtanya teman Anda yang tengah atau pernah melakukan diet. Biasanya, mereka akan mengatakan bahwa menurunkan berat badan memang sulit, tapi lebih sulit lagi untuk mempertahankannya.

Bukan hanya Anda, pastinya ada banyak orang yang kerap menemui kegagalan dalam upaya menurunkan berat badan. Sekarang penelitian terbaru di New EnglandJournal of Medicine menyoroti beberapa tentang penyebabnya, dan jawabannya bukanlah kurangnya kemauan atau komitmen, melainkan hormon.

Tampaknya hormon kita terlibat dalam pengontrolan selera makan dan mungkin berkontribusi menyebabkan kegagalan dalam diet.

Mereka menemukan bahwa perubahan hormon memengaruhi rasa lapar dan berat badan. Setahun setelah penurunan berat badan, ditemukan peningkatan dalam 'hormon lapar' ghrelin dan penurunan hormon lain seperti leptin yang dapat mempromosikan berat badan.

Gherlin adalah hormon yang memberi tahu kita untuk makan. Leptin adalah hormon yang memberi tahu kita untuk berhenti makan. Kekurangan salah satu hormon lain seperti peptida YY dan cholecystokinin juga bisa membuat berat badan kembali naik.

Dari sudut pandang evolusi, perubahan ini seharusnya mencegah kelaparan ketika makanan sulit didapat.

"Tapi dalam lingkungan di mana makanan berkalori tinggi berlimpah dan aktivitas fisik bukan merupakan kebiasaan, kembalinya berat badan bukanlah hal yang mengejutkan," kata peneliti. "Temuan menjelaskan mengapa kebanyakan orang merasa sulit untuk mempertahankan penurunan berat badan dalam jangka panjang," kata peneliti studi Yusuf Proietto MBBS PhD seperti dikutip dari WebMD.

Proietto yang juga seorang profesor kedokteran di University of Melbourne, Australia, menambahkan, "Ini juga mungkin menjelaskan mengapa program kesehatan publik sejauh ini pada umumnya gagal untuk mengurangi prevalensi obesitas." Memang, ada beberapa obat yang tengah dikembangkan guna membantu memerangi beberapa perubahan hormonal.

"Ini merupakan studi yang sangat penting," kata Scott Kahan MD, seorang ahli obesitas di Johns Hopkins University di Baltimore. Menurutnya, temuan ini juga menekankan pentingnya berusaha untuk mencegah kenaikan berat badan dan obesitas semenjak awal..

"Sebaiknya kita tidak membuang banyak sumber daya untuk mengatasi obesitas, tapi lebih baik fokus pada pencegahan," katanya. (Pri/OL-06)

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates