-->

Minggu, 20 November 2011

Labiaplasties Bukan Jaminan Vagina Sempurna

SEBAGAI perempuan, kita kerap diajarkan untuk mensyukuri segala hal tentang diri kita. Namun, nyatanya ada saja hal-hal yang kerap kita keluhkan setiap hari seperti rambut yang tidak cukup mengilap, gigi tidak cukup putih, atau kulit tidak cukup bercahaya.

Belum lagi seiring dengan bertambahnya usia, perempuan mulai mengkhawatirkan keriput yang muncul di leher dan belahan dada. Memang ada sejumlah prosedur untuk membantu kita memperbaiki 'kelemahan' ini. Tapi, saking banyaknya keluhan yang ada, perempuan bahkan mengeluhkan bentuk daerah intimnya, seperti vagina.

Seperti yang ditampilkan dalam film The Perfect Vagina. Film menarik yang dibuat Heather Leach dan Lisa Rogers ini mengeksplorasi tentang meningkatnya permintaan untuk prosedur labiaplasties yakni operasi terhadap labia minora supaya 'penampilannya' menjadi lebih menarik dan kencang.

Tak disangka, meski namanya kurang popular, nyatanya adalah operasi kosmetik ini berkembang cepat di Inggris dan jumlah permintaan untuk prosedur ini telah meningkat hingga dua kali lipat selama lima tahun.

Leach dan Rogers menganalisis mengapa begitu banyak perempuan yang bersedia tubuhnya tersentuh oleh pisau operasi, bahkan pada bagian intimnya. Dan, bagaimana prosedur ini menciptakan gagasan tentang bentuk vagina yang ideal.

Dalam film ini pula, dijelaskan bahwa penyebab utama timbulnya hal ini adalah rasa 'ketidakamanan', salah satunya karena banyak film porno yang seakan-akan menampilkan bentuk alat kelain yang 'bagus'.

Padahal, bentuk alat kelain setiap orang memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Maka itu, mengatakan adanya standardisasi bentuk vagina yang normal adalah hal yang tidak masuk akal. Jadi, tak ada yang namanya vagina yang sempurna atau ideal. Atau, hal ini semata-mata trik dari industri prosedur kosmetik?(Pri/X-13)

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates