-->

Kamis, 07 April 2011

Produsen Ponsel China Mulai Buka Pabrik

VIVAnews - Setelah kurang lebih empat tahun ikut meramaikan pasar ponsel, produsen ponsel China atau disebut juga ponsel merek lokal kini mulai membangun pabrik di Tanah Air. Inisiatif tersebut dipelopori oleh PT Konten Indomedia Pratama yang lebih populer dengan brand Ponsel IMO.

Selain untuk memangkas biaya bea masuk impor, langkah ini ditempuh IMO karena memiliki manufaktur di dalam negeri dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek ponsel lokal. Di samping itu, konsumen akan lebih diuntungkan dalam hal purna jual sebab lebih mudah mendapatkan sparepart jika mengalami kerusakan.

Selama ini, Ponsel IMO mempunyai pabrik yang berlokasi di daerah Shenzhen, Guongdong, China. Pembuatan pabrik tersebut konon telah terdaftar oleh BABT (British Approvals Board for Telecommunications), yakni badan skala internasional yang mengidentifikasi IMEI perangkat di dunia. Sehingga, seluruh produk IMO diklaim telah legal terdaftar secara global.

"Nanti, pabrik di China akan dipindahkan ke Indonesia. Kami sudah memulainya sejak bulan April," kata Sarwo Wargono, President Direktur PT Konten Indomedia Pratama, dalam keterangannya di Jakarta.

"Untuk tahap awal, kami dirikan pusat perakitan (assembling point) dulu. Selanjutnya, ini akan terus dibangun secara bertahap hingga akhir bulan Mei-Juni," imbuhnya.

Di Indonesia, Ponsel IMO akan menggandeng PT Inti (Industri Telekomunikasi Indonesia) dalam mengembangkan produk ponsel lokalnya. Sarwo mengatakan, mitra lokal ini juga akan terlibat dalam pengembangan konten-konten lokal di perangkat IMO, seperti aplikasi dan game.

"Bersama PT Inti, kami akan membuat rumah desain sendiri. Di situ, kami akan memproduksi ponsel dari nol. Menariknya, kami juga mengambil material-material lokal, seperti misalnya untuk casing. Jadi, tidak semua material dari China, tapi ada beberapa yang dari Indonesia. Ini untuk meningkatkan kualitas ponsel kami," jelas Sarwo.

"Masih ada sekitar enam sampai delapan produk baru yang akan kami luncurkan hingga akhir tahun 2011. Jika manufaktur sudah dibangun, kami bisa menggenjot produksi 10.000 unit ponsel per hari," tandas dia.
• VIVAnews

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates