-->

Minggu, 17 April 2011

Telentang Bisa Bikin Kepala Bayi Peyang

ADANYA saran untuk menidurkan bayi dengan posisi terlentang guna menghidari kematian bayi mendadak ternyata memiliki efek samping yakni kepala bayi yang menjadi datar alias peyang.

Kepala bayi di usia awal memang sangat lunak sehingga mudah terbentuk oleh berbagai jenis tekanan. Berbaring di atas kasur keras, duduk di kursi mobil atau kereta dorong bisa menimbulkan tekanan di bagian belakang tengkorak dan dapat menyebabkannya menjadi rata, kata para ahli seperti dikutip dari BBC News, Selasa (5/4).

Semenjak 1994, para dokter telah merekomendasikan agar bayi ditidurkan telentang guna mengurangi risiko sindrom kematian mendadak. Akibatnya, bayi menghabiskan sebagian besar kehidupan awal mereka berbaring dengan punggung.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa posisi plagiocephaly atau tidur terlentang memengaruhi sekitar separuh dari keseluruhan bayi di bawah usia 1 tahun, tetapi efeknya bervariasi, menurut para ahli di Great Ormond Street Hospital.

Diakui, memang sulit untuk mendapatkan dampak yang pasti. Gill Ruff, anggota kelompok administrator Headlines Craniofacial Support mengatakan, "Sangat sulit untuk menetapkan efekya secara pasti. Banyak orang tua yang melaporkan kasus kepala peyang pada bayi. Tapi, saya tak bisa memastikan apakah itu karena posisi tidur bayi yang telentang, ada pula faktor duduk di kursi mobil dan kereta bayi.

"Bayi semestinya ditaruh di kereta dengan permukaan lembut agar kepala mereka bisa beristirahat, sayangnya kini produk stroller amupun kursi bayi di mobil memiliki permukaan yang lumayan keras," katanya. (Pri/OL-06)

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates