-->

Minggu, 12 Desember 2010

Tips Siaran di Siaran

Suka dengar radio? Terus tiba-tiba ada lowongan buat kerja di radio yang kamu suka tersebut? Pastinya kamu akan langsung melayangkan lamaran untuk mengisi lowongan sebagai penyiar. Banyak orang yang saya yakin pasti merasa menjadi penyiar adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Memang harus diakui bahwa bercuap-cuap dan didengarkan banyak orang terlihat sangat mengasyikkan.
Namun sebagai penyiar yang sesungguhnya, tidak hanya harus terdengar asyik dan nggak berhenti ngomong. Banyak hal mendasar yang sesungguhnya harus dipegang oleh seorang penyiar. Kalau masalah hal wajib yang musti dipahami saya rasa semuanya sudah ada
1. Ada beberapa radio yang memang menginginkan penyiarnya memiliki logat kedaerahan tertentu namun alangkah baiknya menggunakan bahasa Indonesia tanpa logat kedaerahan karena itu membuat anda terlihat lebih profesional.

2. Mic adalah benda yang sensitif dengan bunyi, jauhkan benda pemicu bunyi seperti plastik atau kertas dari mic. Banyaknya bonus SMS juga terkadang membuat anda berbicara sambil menekan keypad hape, itu akan terdengar berisik, sama berisiknya ketika anda menekan keyboard dengan jemari yang menari. Pamer bisa ngetik pake sepuluh jari? *saya si belum. Semua ini hanya merusak siaran anda. Mengunyah saat siaran it’s a big NO NO NO

3. Panas? AC mati? Menghidupkan kipas angin mungkin akan membantu. Maklumlah ruang siaran itu memang dirancang untuk kedap suara jadi pasti sulit menemukan ventilasi jadi apabila AC rusak dan wafat pada saat siaran, penyiar pun akan sangat tersiksa. Tapi menghidupkan kipas angin akan berpengaruh pada hasil siaran anda. Bunyi kipas angin akan masuk ke mic dan siaran anda akan terdengar aneh. Ada badai di radio…

4. Radio anda punya sapaan khusus untuk pendengarnya? Konsisten dengan itu! Contohnya di Radio Volare (Pontianak). Mereka menggunakan sapaan ‘Bujang Dare’ untuk pendengarnya. Jangan pernah mengubahnya karena mood atau skrip iklan. Believe me, it will make your listeners confused. Mereka akan mengira ini radio yang berbeda atau mereka salah putar gelombang.

5. Bawa air putih dalam mug yang lucu untuk menggoda diri anda agar minum setelah menghabiskan beberapa menit berbicara tanpa henti. Suara serak memang seksi, tapi serak karena tenggorokan kering bisa membuat pendengar anda prihatin.

6. Siapkan bahan siaran beberapa jam sebelumnya. Ini untuk mengantisipasi modem yang anda gunakan untuk mencari bahan siaran putus nyambung sinyalnya. Mati gaya saat siaran bisa membuat pendengar anda merasa anda tidak menghargai mereka.

7. Dapat SMS yang tidak mengenakkan saat siaran? SMS nya langsung masuk ke inbox radio lagi… Buat penyiar baru memang sedikit menakutkan. Wajahnya pasti akan langsung memucat membacanya. Tapi teror seperti itu jangan ditanggapi. Namanya juga udah masuk dunia entertainment, hal ini biasa. Yah… kayak artis yang dilanda gossip miring gitu deh… itu juga terror bagi mereka…

8. Tepat waktu adalah hal yang penting, karena kalo datang terlambat ke studio meskipun acaranya sudah dibuka oleh tandem (pasangan siaran) anda, membuat kualitas siaran anda akan berkurang, percayalah, saya pernah mengalaminya dan saya tidak ingin terlambat lagi…



Sumber
http://rohanisyawaliah.dagdigdug.com/?m=201009

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates