-->

Minggu, 03 Oktober 2010

Prozac Akhiri Penderitaan PMS


PROZAC dalam dosis rendah ditengarai mampu mengakhiri penderitaan kaum hawa dalam mengatasi sindrom pramenstruasi (PMS). Pada uji coba terhadap tikus, terbukti bahwa obat antidepresan itu terbukti mampu mencegah gejala PMS yang menyengsarakan.

Setiap bulannya, setiap akhir masa menstruasi, tingkat produksi hormon seks progesteron seorang perempuan menurun dengan drastis. Menurut penelitian terbaru, proses itu mempu memengaruhi bagian otak yang mengontrol emosi dan prozac ditengarai mampu mengatasi penurunan hormon tersebut.

Para ahli pun percaya obat ini mampu membuat suatu perubahan besar hingga 50 persen pada perempuan yang merasa menderita dalam menghadapi PMS.

Ilmuwan Dr Thelma Lovick dari Universitas Birmingham menjabarkan hasil penelitian yang diadakan di Festival Imu Pengetahuan Inggris di Universitas Aston. Ia berujar, "Kami memberikan fluoxetine (Prozac) pada tikus sehari sebelum mereka mengalami fase pramenstruasi dan terbukti obat itu mampu mengeblok gejala pramenstruasi."

Dr Lovick menambahkan PMS yang dialami tikus betina tak ubahnya seperti manusia. Untuk itu, mereka pun terkagum-kagum dengan khasiat Prozac dalam mengatasi PMS pada tikus. Menurut Dr Lovick, efek itu mungkin tidak terlalu dramatis pada manusia, tapi tetap dinilai signifikan.

Dosis
Sebanyak 10-20 mg Prozac pada umumnya kerap diresepkan para dokter untuk mengatasi depresi. Adapun dosis rendah obat itu atau sekitar 2 mg dinilai mampu mengontrol PMS dan tak akan menyebabkan efek samping yang kerap dirasakan pasien penderita depresi.

Para ahli juga menyatakan karena obat itu telah dianggap aman unutk dikonsumsi, penggunaannya untuk mengatasi PMS akan terwujud dalam dua tahun mendatang. Para perempuan pun nantinya dapat mengonsumsinya seketika saat merasakan gejala PMS muncul.

Ketika ditanya mengenai anggapan bahwa penggunaan Prozac untuk mengatasi PMS terlalu berlebihan, Dr Lovik berkata, "PMS bukan hanya berefek pada diri seorang perempuan saja, tapi juga orang-orang disekitarnya seperti pasangan, keluarga, dan teman. Dan, bagi beberapa perempuan, PMS bisa dirasakan sangat membuat mereka menderita. Maka itu, kenapa tidak kita mencari solusi unutk mengakhiri penderitaan tersebut?" (Pri/OL-06)


Sumber
mediaindonesia.com

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates