-->

Rabu, 11 Mei 2011

Alergi susu sapi ternyata juga bisa dialami oleh bayi yang mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI). Hal ini mungkin saja terjadi, karena pasokan ASI dipengaruhi oleh makan-makanan yang dikonsumsi ibu. Bila riwayat keluarga memiliki bakat alergi, masalah ini bisa diturunkan pada anak bahkan pada bayi yang mengonsumsi ASI.

“Biasanya, makanan pencetus alergi yang dikonsumsi oleh ibu menyusui bisa menyebabkan alergi pada bayi. Menimbulkan ruam di kulit jika ASI menempel di kulit. Biasanya reaksi ruam sering timbul di bagian pipi bayi,” ujar Dr Zakiudin Munasir, Sp. A (K), Ketua Divisi Alergi Imunologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM di Jakarta.

Sebenarnya, untuk memastikan si bayi mengalami penyakit alergi atau tidak bisa dilakukan tes alergi uji tusuk kulit atau dengan uji Radio Allergo Sorbent Tes (RAST), namun cara ini efektif dilakukan pada anak yang sudah berusia di atas 3 tahun.

Sebab, kata Dr Zaki, sensitifitas kulitnya sudah bekerja dengan baik. “Akan lebih efektif kalau untuk bayi bisa juga dengan tes darah untuk mengetahui tingkat immunoglobulin E (IgE). Antibodi IgE bisa menyebabkan pelepasan histamin, zat yang menimbulkan berbagai reaksi alergi dalam tubuh,” ujarnya.

Tak hanya itu, bagi ibu menyusui juga bisa mencegah timbulnya reaksi alergi pada bayi dengan melakukan pantang makanan pemicu alergi selama 2-4 minggu.

“Makanan yang harus dipantang diantaranya, susu sapi, telur, kacang tanah dan seafood”," ungkapnya. Jika selama menjalani tes uji pantang makanan pemicu alergi, si kecil tak lagi mengalami ruam atau reaksi alergi lainnya, maka bisa dipastikan, biang keladi timbulnya alergi adalah 4 makanan tersebut.

Bagi ibu menyusui yang menjalani diet ini, ada baiknya mengonsumsi suplemen kalsium sebagai pengganti nutrisi yang ada dalam susu sapi.

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates