-->

Minggu, 01 Mei 2011

Lebah, Kunci Pencegahan Demensia

SEORANG ilmuwan asal Norwegia berhasil menemukan formula yang mampu mencegah proses penuaan pada otak lebah. Ini mungkin memiliki implikasi pada demensia.

"Seiring dengan pertambahan usia, kesehatan dan ketajaman mental akan menurun. Tetapi, temuan baru-baru ini mengindikasikan bahwa penuaan tidak harus identik dengan penurunan," kata Gro Amdam, pemimpin studi di Arizona State University.

Subjek penelitiannya adalah lebah, ia meneliti cara kerja sel-sel otak yang secara mengejutkan ternyata serupa dengan manusia. Jadi, ketika Amdam menemukan rahasia di balik otak lebah, pengetahuan itu mungkin juga berlaku untuk manusia.

Sebagai hewan percobaan, lebah menjalani tes laboratorium di mana lebah ditantang menggabungkan aroma dengan hadiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebah mampu belajar serta memahami hubungan langsung, sama seperti anak-anak belajar untuk berperilaku baik saat dijanjikan hadiah kue cokelat.

Sementara itu, lebah yang lebih tua kurang responsif daripada yang lebih muda. Lebah yang memiliki gejala mirip dengan demensia tidak memahami kaitan itu bahkan melupakannya.

"Masalah-masalah pada lebah mirip dengan apa yang kita lihat pada orang tua. Memori jangka pendek dan kemampuan belajar yang menurun," rangkumnya. Dalam pembagian kerja, biasanya lebah yang lebih tua mengumpulkan makanan di luar sarang, sedangkan lebah yang lebih muda cenderung di dalam larva. Ketika lebah yang lebih tua ditempatkan untuk melakukan tugas lebah muda, setengah dari mereka mengalami peningkatan dalam pembelajaran dan kemampuan memori.

"Menurut penelitian pada orang tua, terlihat bahwa stimulasi sosial dapat memiliki efek positif pada kesehatan dan fungsi otak, begitu juga dengan lebah," kata Amdam.

Protein pada otak lebah dimungkinkan memainkan peran kunci. Ketika peneliti menganalisis otak lebah yang meningkat dan membandingkannya dengan mereka stagnan. Perbedaan besar ditemukan pada delapan protein yang terlibat dalam perbaikan, pertumbuhan, dan pemeliharaan sel-sel otak. Beberapa dari protein ini juga ditemukan pada manusia. (Pri/OL-06)

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates