-->

Selasa, 28 September 2010

Jalan Jaksa, Destinasi Turis Ransel

Malam semakin larut, namun suasana Jalan Jaksa yang berada di Kebon Sirih Jakarta Pusat malah makin semarak. Begitu banyak lokasi wisata malam di Jakarta, tapi tempat ini memiliki tempat sendiri bagi turis asing. Terutama bagi turis backpacker atau turis ransel.

Di lokasi ini, banyak disediakan hidangan dan minuman yang ditawarkan kafe yang berjajar di sepanjang jalan ini. Hingar bingar live musik menambah semarak suasana malam jalan ini.

Wajar jika Jalan Jaksa dikenal sebagai lokasi wisata malam Jakarta. Jalan Jaksa sebenarnya hanyalah sebuah jalan pende sepanjang 400 meter dengan lebar jalan tidak lebih dari 8 meter yang terletak sekitar 1 kilometer sebelah selatan dari Monas dan sebelah barat Stasiun Gondangdia.

Meski lokasinya kecil, namun kepopuleran lokasi ini sangat jauh hingga ke negeri lain. Terbukti dari banyaknya turis asing yang hilir mudik di jalan ini.Masyarakat sekitar pun sudah terbiasa dengan kondisi ini.

Kepopuleran Jalan Jaksa, bukan saat ini saja. Jalan ini sudah populer telah lama. Ketika itu sekitar tahun 1970, saat seorong turis asing berkunjung dan menginap di rumah penduduk Jalan Jaksa.

Terpikat dengan keramahan masyarakat serta biaya menginap yang murah, turis itupun menceritakan pengalamannya saaat kembali ke negerinya.

Dari cerita mulut ke mulut itulah akhirnya Jalan Jaksa populer sebagai tempat singgah murah dan nyaman. Itu cerita salah satu sesepuh di Jalan Jaksa, Doni Fadilah.

Dulu jalan ini dinilai sangat strategis sehingga menjadi tempat transit turis yang hendak melanjutkan perjalanan lintas Jawa. "Dulu, saat bandara udara di Kemayoran, turis yang tiba di Jakarta akan memilih mencari tempat transit di jalan ini,” kenang Doni.

Mengenai nama Jalan Jaksa, karena pada masa penjajahan Belanda, wilayah banyak dihuni oleh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jakarta Akademi Hukum (Rechts Hogeschool Batavia). Lambat laun jalan ini dikenal dengan nama Jalan Jaksa.

Deretan Kafe

Sepanjang Jalan Jaksa ini sedikitnya enam kafe dan restoran yang menjajakan berbagai menu hidangan dengan harga terjangkau. Di antaranya Papa's Café dan Restoran. Restoran yang buka selama 24 jam setiap hari menawarkan hidangan Indonesia maupun Eropa. Harga yang ditawarkan murah. Berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu. Untuk minuman ditawarkan harga Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu.

Ada juga KL Restoran yang menjajakan hidangan khas Malaysia seperti Nasi Lemak dan sebagainya. Dengan biaya Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu sudah cukup untuk biaya makan dan minuman.

Jika ingin bersantai dengan hanya ditemani minuman ringan, maka boleh mengunjungi Kafe Memories. Di kafe ini, dikenal sebagai tempat hang out untuk menikmati suasana malam. Sebab ada live musik di kafe ini. Biaya hidangan di kafe ini berkisar 15 ribu hingga 100 ribu.

Selain itu tersedia hotel dengan berbagai kelas kamar penginapan dengan tarif Rp 75 ribu hingga 150 ribu. Di sana Hotel Istana Ratu, Tatoo dan Margot. Tapi jika ingin seperti di rumah sendiri, dapat mencoba penginapan murah yang disediakan penduduk sekitar. Tarifnya paling tinggi Rp 80 ribu semalam.

Jalan Jaksa Festival

Di lokasi ini, Pemerintah Kota Jakarta Pusat selalu rutin menggelar acara. Festival Jalan Jaksa digelar setiap bulan Juli atau bertepatan dengan musim panas. Festival ini mulai digelar sejak tahun 1994.

Selain untuk memperkenalkan budaya betawi kepada masyarakat dan para turis, digelarnya festival ini dapat terus memperkenalkan Jalan Jaksa sebagai kawasan hangout favorit para turis mancanegara.

Kepala Suku Dinas Pariwisata Pemkot Jakarta Pusat, Triyugo Prasetyo mengatakan, Jalan Jaksa merupakan salah satu unggulan pariwisata Jakarta Pusat. Karena kawasan ini dikelola oleh pemilik tempat langsung dengan suasana kekeluargaan, sehingga para turis betah berlama-lama di kawasan ini.

Cara Mencapai Lokasi

Untuk sarana transportasi, lokasi Jalan Jaksa sangat strategis untuk dijangkau. Karena terletak di tengah kota Jakarta. Bila menggunakan bus Transjakarta Blok M-Kota, maka bisa berhenti di halte Thamrin kemudian dilanjutkan dengan naik bajaj atau ojek ke lokasi. Atau bisa juga dengan berjalan kaki karena jaraknya hanya sekitar 800 meter.

Bagi turis yang tiba dari Bandara Soekarno-Hatta, dapat menggunakan bus Damri tujuan stasiun Gambir lalu dilanjutkan dengan menggunakan Bajaj. Jika ingin berjalan jaraknya sekitar 1 kilometer saja.



Sumber
VIVAnews

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates