-->

Rabu, 29 September 2010

Kenali Tiga Macam Santan


TAK lengkap rasanya berlebaran tanpa hadirnya sajian lauk-pauk khas Idul Fitri seperti opor dan semur. Kedua makanan yang mengandung santan itu tentunya akan sangat menggugah selera apalagi bila ditambahkan ketupat. Namun, ingat untuk makan makanan bersantan secukupnya saja karena terlalu banyak santan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga membahayakan kesehatan.

Santan atau santen adalah cairan putih kental yang dihasilkan dari kelapa yang diparut kemudian diperas bersama air. Dahulu, sebelum diperas, kelapa yang diparut dan dicampur dengan air panas terlebih dahulu. Kini, sudah ada mesin pemeras santan. Dengan mesin, kelapa yang diparut tidak perlu dicampurkan dengan air dan pati santan yang terhasil adalah 100 persen tulen. Ada juga santan instan atau siap saji dalam kemasan yang tinggal ditambahkan air panas sebelum digunakan.

Santan mempunyai rasa lemak dan digunakan sebagai perasa yang membuat masakan menjadi gurih. Maka itu, tak mengehrankan bila santan digunakan sebagai bahan makanan unutk membuat masakan khas Lebaran agar hari kemenangan itu terasa lebih istimewa daripada hari-hari biasanya. Namun, sebelum membuat masakan bersantan, kenali dahulu jenis-jenisnya supaya Anda tahu mana yang tepat untuk digunakan di setiap variasi masakan Anda.

1. Santan murni
Santan ini terbuat dari buah kelapa asli yang sudah tua. Semakin tua kelapa, semakin banyak dan semakin kental santan yang dihasilkan. Sayangnya, santan murni tidak tahan lama sehingga sebaiknya langsung digunakan setelah dibeli. Meski santan kemasan banyak dijual, beberapa orang lebih senang menggunakan santan asli karena rasanya yang tidak tergantikan. Namun tentu merepotkan jika harus membelah kelapa setiap kali akan membutuhkan santan. Jadi, tidak ada salahnya Anda memproses kelapa untuk dijadikan santan sekaligus, kemudian disimpan untuk penggunaan selanjutnya.

Caranya, peras santan dari kelapa, panaskan sebentar dengan api kecil sampai kurang lebih mencapai suhu 70 derajat celsius. Kemudian masukkan santan ke dalam plastik-plastik, biarkan agak dingin. Setelah suhunya tidak terlalu panas, Anda bisa memasukkan ke dalam freezer dan menyimpannya sesuai dengan kebutuhan Anda.

2. Santan instan
Teksturnya santan ini lebih kental daripada santan biasa. Untuk itu, bila ingin menggunakannya, larutkan dengan air sesuai dengan kebutuhan. Untuk jenis yang cair dan dikemas dalam karton, biasanya dicantumkan info tentang cara pemakaiannya. Untuk kemasan kaleng, sudah dikemas terpisah, ada yang berupa santan kental dan ada yang berupa santan encer. Tinggal membeli yang sesuai dengan jenis santan yang diinginkan. Santan jenis ini cukup enak unutk dibuat aneka kue atau hidangan penutup. Namun, santan bubuk kurang sedap bila digunakan pada masakan karena tidak dapat mengental jika dimasak dan tidak mengeluarkan
minyak.

3. Santan bubuk
Sebenarnya santan bubuk termasuk golongan santan instan. Jenis santan bubuk dikemas dalam kemasan aluminium. Santan bubuk ini tinggal ditambahkan air sesuai dengan tingkat kekentalan santan yang diinginkan. Biasanya dilarutkan dalam air hangat sehinga butiran santan bubuk mudah larut. Santan jenis ini terbuat dari kelapa dan tepung kanji yang telah melalui proses pengeringan. Untuk membuat santan ini, seduh 50 gram bubuk santan dengan 150 ml air panas. (Pri/OL-06)


Sumber
mediaindonesia.com

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates