-->

Rabu, 29 September 2010

Nasal Spray Ampuh Atasi Sifat Pemalu


MENURUT studi terbaru, tak lama lagi nasal spray yang menghasilkan hormon oksitosin mampu mengatasi sifat pemalu seseorang.

Oksitosin yang selama ini dikenal mampu meningkatkan rasa empati dan memperat hubungan, terutama pada anak dan orang tua, menurut para peneliti, bisa mengatasi rasa canggung seorang pemalu bila mesti berhadapan dengan orang lain dalam kehidupan sosial.


Para ahli di Pusat Penelitian dan Pengobatan Universitas Columbia University menganalisis apakah hormon yang tercipta secara alamiah di dalam tubuh itu bisa membuat kita lebih memahami orang lain. Mereka pun melakukan uji coba terhadap 27 orang dewasa sehat.

Para sukerelawan diberikan hormon dan plasebo melalui nasal spray lalu diminta mengerjakan tugas empati guna mengukur kemampuan mereka dalam memahami pikiran dan perasaan orang lain. Tugas itu di antaranya mereka mesti menyaksikan orang lain berkisah tentang momen-momen emosional dalam hidup mereka. Para ahli juga mengukur kompetensi sosial para sukarelawan menggunakan tes yang dikenal sebagai AQ yang biasanya digunakan pada pasien autis.

Mereka menemukan bahwa oksitosin ternyata mampu meningkatkan rasa empati, tapi itu hanya dialami mereka yang memang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi sejak awal uji coba.

Tidak mempan
Namun, efeknya terhadap orang yang memang memiliki kepercayaan diri secara alamiah tidak akan terlalu signifikan, baik yang mengonsumsi oksitosin maupun plasebo. Di sisi lain, sukarelawan yang mengalami kesulitan bersosialisasi dan mengonsumsi oksitosin mengalami kemajuan yang signifikan. "Secara umum, oksitosin dipercaya dapat membuat seseorang lebih berempati dan memahami orang lain," kata Prof Jennifer Bartz dari Sekolah Medis Mount Sinai. Namun, ulasnya, studi yang dilakukan pihaknya tidak seiring dengan pendapat umum tersebut. Hasil studi menunjukkan oksitosin hanya dapat bekerja terhadap orang yang memang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi alias pemalu bila harus berhadapan dengan orang lain. Maka itu, hormon tersebut tak mempan digunakan terhadap seseorang yang memang sudah memiliki kepercayaan diri secara alamiah.

Para ahli memang mengakui dibutuhkan studi lebih lanjut mengenai hal ini, tapi hasil studi yang telah digelar tentunya akan sangat membantu mereka yang mengalami kesulitan dalam berhubungan sosial, terutama bagi penderita autisme. Studi ini telah diterbitkan di Psychological Science edisi September 2010. (Pri/OL-06)



Sumber
mediaindonesia.com

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates