-->

Senin, 28 Maret 2011

Makanan Penyeimbang Fast Food

ANDA tidak perlu menghindari makanan cepat saji (fast food) yang cenderung kaya lemak, garam atau gula, atau ketiga-tiganya dan seringkali tidak menyediakan diet yang seimbang. Asalkan Anda cerdas memilih makanan kedua yang bisa melengkapi kekurangan nutrisi atau kelebihan nutrisi tertentu dari fast food yang Anda konsumsi sebelumnya, Anda diperbolehkan mengonsumsinya. Tetapi sebelumnya, alangkah lebih baik jika Anda mengetahui bagaimana cara menyiasati antara mengonsumsi fast food dan makanan penyeimbang sebagai pelengkap nutrisi yang bisa menjadi pilihan Anda.

Sandwich

Keuntungan: Bergantung pada jenis roti dan isi, serta jumlah isinya. Jika Anda mengonsumsi sandwich dari roti wholemeal dengan isi tuna dan selada, serta sebuah apel lengkap dengan kulitnya, maka sudah menawarkan diet seimbang, dengan tambahan sedikit serat.

Kerugian: Semua bergantung pada isinya. Sandwich yang terbuat dari roti mentega dengan isi udang dan mayonnaise mengandung kalori 2 kali dan lemak 3 kali lebih banyak dibandingkan tuna yang diisi salad tuna.

Makanan penyeimbang: Daging sapi rebus dengan kentang dan wortel kukus. Paduan makanan ini kaya akan protein dan betakaroten. Selain itu, daging sapi juga kaya vitamin B, besi, kalium, dan seng.

Pizza

Keuntungan: Bergantung pada topping yang digunakan. Pizza kaya karbohidrat, jika terbuat dari wholemeal akan meningkatkan asupan serat. Jika dilengkapi dengan topping keju dan tomat akan menambah protein, vitamin E, kalsium dan fosfor.

Kerugian: Seringkali kaya akan lemak dan rendah protein. Kadang-kadang mengandung sodium tinggi. Jika dilengkapi dengan topping blue cheese, salami, pepperoni atau ham, maka kadar lemak dan garamnya akan meningkat hingga 2 kali lipat.

Makanan penyeimbang: Ayam dan sayuran serta wortel. Makanan ini kaya protein dari ayam, betakaroten dari wortel, serat dan vitamin C dari sayuran.

Kebab

Keuntungan: Sumber protein dan seng yang baik. Makanan seimbang yang mengandung folat, vitamin C dan betakaroten jika dilengkapi dengan banyak salad.

Kerugian: Seringkali berlemak, karena menggunakan potongan daging yang tinggi lemak, rendah serat, vitamin A, D, E dan folat. Juga berisiko memicu keracunan makanan.

Makanan penyeimbang: Nasi merah dicampur ikan dengan salad dari sayuran hijau. Makanan ini rendah lemak serta menyediakan protein dalam jumlah sedang, serat yang bagus serta vitamin B dan C.

Beef burger, chips, dan milk shake

Keuntungan: Tinggi protein, karbohidrat dan kalsium. Mengandung vitamin A, fosfor, vitamin B12 dan riboflamin.

Kerugian: Tinggi lemak, khususnya lemak jenuh, tinggi kolesterol, sodium serta mungkin juga tinggi pewarna dan penyedap rasa, rendah serat dan vitamin C.

Makanan penyeimbang: Pasta dari wholemeal dengan sayuran hijau segar yang dikukus. Pasta menyediakan serat sedang sayuran mengandung vitamin C dan betakaroten. Jangan lupa brokoli, makanan satu ini sumber yang kaya besi.

Ikan dan kentang goreng

Keuntungan: Sumber yang bagus untuk mendapatkan vitamin B6 dan B12, tinggi protein dan karbohidrat, mengandung kalsium, fosfor, mangan, besi, thiamin, dan kalium.

Kerugian: Tinggi lemak tapi rendah serat, rendah vitamin A, C, D, dan folat serta betakaroten. Bergantung pada porsinya, makanan ini mengandung antara 1/3-1/2 dari jumlah rekomendasi lemak harian.

Makanan penyeimbang: Salad yang terbuat dari selada, tomat, bawang merah, feta cheese, minyak zaitun dan jus lemon. Makanan ini rendah kalori tetapi mengandung vitamin C, E, folat dan betakaroten. (OL-08)

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates