-->

Jumat, 27 Agustus 2010

TERUNGKAPNYA fakta melalui tes DNA bahwa Adolf Hitler ternyata keturunan Yahudi dan Afrika tentunya mengejutkan semua pihak karena berbalik dengan sifat Hitler yang sangat membenci ras bangsa Israel itu.

Hasil yang didapat melalui serangkaian tes asam deoksiribonukleat atau DNA ini diambil dari sampel air liur salah satu kerabat Hitler. Jurnalis Jean-Paul Mulders dan sejarawan Marc Vermeeren menggunakan DNA untuk melacak 39 keturunan Hitler pada awal tahun ini. Sampel DNA kerabat Hitler ini berupa kromosom yang disebut Haplopgroup E1b1b (Y-DNA). Menurut Mulders dan Vermeeren, kromosom jenis ini dapat ditemukan di Berber, Maroko, Aljazair, Libia, dan Tunisia seperti halnya Yahudi, Ashkenazi dan Sephardic, kata Vermeeren.

Haplogroup E1b1b1 merupakan gen yang dimiliki 18-20 persen orang Ashkenazi dan 8,6-30 persen dari kromosom Sephardic-Y menunjukkan garis keturunan utama penduduk Yahudi. Ini menunjukkan bahwa pendahulu Hitler ternyata berasal dari ras Yahudi yang ia benci.

Namun, apakah tes DNA memang benar-benar dapat memastikan bahwa Hitler ternyata berhubungan erat dengan orang-orang yang ia benci? Apa sebenarnya DNA seseorang itu? Diakui, sejauh ini tes DNA merupakan cara terakurat untuk mengetahui jati diri dan identitas seseorang. Anda tentu kerap mendengar istilah itu seperti dari film, berita, ataupun acara gosip.

Materi genetis
Adapun DNA adalah materi genetis yang terdapat di dalam tubuh setiap orang yang diwarisi dari orang tuanya. DNA terdapat pada inti sel pada struktur kromosom dan pada mitokondria dan berfungsi sebagai cetak biru pemberi kode untuk setiap manusia seperti untuk warna rambut, bentuk mata, bentuk wajah, dan warna kulit. DNA memiliki bentuk seperti spiral ganda yang menyatu dengan rapat dan terdiri dari empat pasangan basa A, C, G, dan T yang merupakan komponen kimiawi yang mengandung nitrogen. Urutan itulah yang menentukan hampir segala sesuatu tentang diri Anda, mulai dari warna rambut, warna kulit, hingga bentuk hidung.

Setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom somatik dan 1 pasang kromosom penentu jenis kelamin. Kromosom XX menentukan seseorang dengan jenis kelamin perempuan dan XY untuk seseorang yang berjenis kelamin laki-laki. Kromosom ini didapat dari orang tua, separuh dari ibu dan separuh lagi dari ayah.

Sementara itu, tes DNA dilakukan dengan mengambil sedikit bagian dari tubuh Anda untuk dibandingkan dengan orang lain. Bagian yang dapat diambil yakni rambut, air liur, urine, cairan vagina, sperma, darah, dan jaringan tubuh lainnya. Sampel ini tidak akan berubah sepanjang hidup seseorang. Penggunaan alkohol, rokok, ataupun obat-obatan tak akan mengubah susunan DNA.

Tes DNA saat ini telah menjadi tren untuk membuktikan kaitan hubungan darah seseorang. Di kepolisian, tes DNA juga digunakan untuk tes forensik karena DNA dianggap merupakan bukti yang paling akurat untuk tes identifikasi seseorang ketimbang melalui sidik jari. Selain itu, tes DNA juga berguna mendeteksi suatu penyakit tertentu hingga penyakit yang kompleks. Dengan tes DNA, penyebab suatu penyakit bisa diketahui, terlebih yang bersifat turunan.

Maka itu, tak terbayangkan bukan reaksi Hitler masih hidup dan mengetahui dirinya ternyata sangat berhubungan erat dengan orang-orang yang ia benci. "Hitler tidak akan senang dengan hal ini," kata Mr Decorte dari Universitas Katolik Leuven. (Pri/OL-06)



Sumber
MediaIndonesia.com

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates