-->

Kamis, 19 Agustus 2010

Lebih Rileks dengan Waterbirth


Melahirkan bukanlah proses yang mudah, para ibu akan merasakan sakit. Bagi sebagian besar perempuan, melahirkan merupakan sesuatu hal yang menakutkan karena rasa sakitnya yang luar biasa. Untuk mengatasi rasa sakit ini, ilmu kedokteran telah mengembangkan berbagai cara mulai dari penggunaan obat penghilang rasa sakit hingga operasi cesar.

Salah satu cara lagi adalah dengan melahirkan di air atau lebih dikenal dengan nama waterbirth. Proses persalinan ini sudah mulai banyak dilakukan di Indonesia sejak 2-3 tahun terakhir. Dengan menggunakan cara ini, para ibu tetap bisa melahirkan normal melalui vagina (persalinan pervaginam) dengan lebih rileks.

Menurut dr. Irham Suhemi, Sp.OG dari rumah sakit Bunda Margonda, proses persalinan ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Dengan cara ini, para ibu yang melahirkan akan merasa lebih rileks dan lebih tenang."Saat ini, banyak proses persalinan yang gagal di tengah jalan karena ibunya tidak tahan dengan sakitnya sehingga memutuskan untuk cesar, solusinya, salah satunya adalah waterbirth," terang Irham saat ditemui dalam sebuah seminar di Depok, Kamis (16/4).

Waterbirth mempunyai banyak manfaat. Dengan melakukan persalinan di air, ibu akan lebih bertenaga, sirkulasi darah di rahim lebih baik sehingga mengurangi rasa sakit, kontraksi rahim lebih baik sehingga oksigenasi ke janin menjadi lebih baik pula, meminimalkan robekan alat genital, mengurangi tindakan dengan episiotomi (menggunting perinuem saat janin akan lahir), ibu lebih rileks dan nyaman, mengurangi stres yang berhubungan dengan hormon serta tubuh dapat mengeluarkan endorphin yang bermanfaat menghambat rasa sakit.

Dalam proses waterbirth, ibu biasanya akan masuk ke dalam air, pada saat mulut rahim sudah tahap pembukaan 6 sampai dengan lengkap. Air ini, terang Irham telah disesuaikan dengan air ketuban dan disesuaikan dengan suhu tubuh. Dengan begitu, bayi yang lahir, tetap belum akan bernapas sampai ia diangkat dari air.

Sistem pengaliran air juga diatur sedemikian rupa sehingga air tetap dalam keadaan steril. Selain itu, ruangan bersalin akan diatur sehingga ibu merasa rileks."Suasana dibuat serileks mungkin, ada dengan aroma terapi, candle light, sehingga ibu merasa rileks dan mengurangi rasa sakitnya," ujar Irham.

Prose persalinan ini, lanjut Irham, bisa dilakukan oleh semua ibu yang memenuhi syarat kelahiran normal. Misalnya, tidak hamil dengan kondisi sungsang, tidak hamil kembar janin prematur, tidak hamil dalam risiko plasenta trivia, ibu tidak memiliki penyakit kulit, serta ibu tidak memiliki tekanan darah tinggi.

Anda tidak perlu cemas. Sejauh ini, terang Irham lagi, cara ini aman dan belum pernah ada masalah."Sejauh ini belum ada masalah, sama saja dengan persalinan normal, cuma medianya saja yang berbeda," ujar Irham.
Dengan adanya cara ini, terang Irham, diharapkan jumlah ibu yang melakukan persalinan normal akan bertambah.



Sumber
MediaIndonesia.com

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates