-->

Kamis, 19 Agustus 2010

Kontrol Volume iPods Cegah Tuli


EUROPEAN Union (EU) akan meminta produsen pembuat mobile phone dan iPods menurunkan volume musik sesuai dengan level yang aman untuk telinga. Permintaan ini menjawab hasil beberapa studi ilmiah yang menunjukkan kalau musik terlalu keras bisa menimbulkan gangguan pendengaran permanen (tuli). EU berharap personal music players ini akan dilengkapi dengan kontrol pembatas bunyi untuk melindungi telinga anak-anak dan remaja yang gemar menikmati musik.

Hasil survei menunjukkan, 2/3 pengguna menyetel volume terlalu tinggi. Berapa volume yang aman? Level yang aman berada di bawah 80-85 desibel. Tetapi, menurut hasil survei, sebagian besar pendengar memutar musik hingga 120 desibel. Volume ini, setara dengan volume pesawat saat take off dan sangat merusak karena earphone mengarahkan kebisingan langsung ke dalam telinga. Dan generasi muda khususnya, sangat berisiko karena umumnya mengabaikan risiko kesehatan.

Apakah volume di bawah 120 desibel juga berbahaya? Setiap volume di atas 85 desibel bisa menimbulkan gangguan pendengaran dalam rentang waktu tertentu, bergantung pada lama waktu Anda mendengarkan dalam volume tersebut. Sedang volume sebesar 120 desibel atau lebih menimbulkan efek jangka panjang, bahkan jika Anda hanya terpapar sekali saja dengan volume tersebut. Berdasakan laporan dari EU Scientific Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks tahun lalu, 1 dari 10 pengguna berisiko mengalami gangguan pendengaran permanen.

Meglena Kuneva, the European Commissioner for Consumer Affairs, direncanakan akan menunjukkan proposal EU tersebut kepada semua perusahaan pembuat peralatan personal music pada Selasa minggu depan."Belum ada tanggal pasti menjadikan proposal tersebut menjadi aturan hukum karena membuat standar industri juga memerlukan waktu," terang juru bicara EU, seperti dikutip situs dailymail.

MP3 players dan telepon genggam yang dilengkapi dengan music player akan dilengkapi dengan alat penyetel volume pada level 80-85 desibel. Orang dewasa, menurut juru bicara EU tersebut, tetap bisa mengabaikan batasan tersebut. Akan tetapi, ada baiknya mempertimbangkan efek negatifnya terhadap kesehatan. (OL-08)



Sumber
MediaIndonesia.com

Website yang berhubungan :
Tentang Aku
Sentuhan Rohani
Info Teknologi Terkini
Info Pendidikan
Info Kesehatan
Forum Di Web
Puisi-puisi ku

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates