-->

Kamis, 12 Agustus 2010


SEMAKIN hari semakin banyak saja orang yang beralih pada gaya hidup mengonsumsi makanan organik. Tren itu menandakan bahwa masyarakat mulai sadar akan bahaya pestisida pada tanaman dan hewan.

Namun sayangnya banyak pula yang belum tahu mengenai keberadaan makanan organik. Karena, makanan organik memang tidak dijual secara bebas di pasar dan hanya tersebia di supermarket-supermarket tententu. Itu tentu sangat disayangkan, padahal makanan organik memiliki banyak kelebihan di antaranya lebih kaya nutrisi ketimbang makanan biasa.

Pada dasarnya, makanan organik adalah makanan yang diperoleh dari tumbuhan atau hewan yang tumbuh secara alami tanpa melibatkan bahan-bahan buatan seperti pupuk, obat-obatan, sinar buatan, maupun bahan buatan manusia lainnya. Makanan organi terdiri atas tumbuhan organik dan hewan organik.

Tumbuhan organik adalah bahan makanan organik yang berasal dari tanaman yang ditanam secara alami, berasal dari bibit alami, dan tumbuh secara alami tanpa penyinaran nonalami, pengobatan, pemupukan nonorganik, atau penambahan-penambahan lain.

Sementara itu, hewan organik adalah bahan makanan organik yang berasal dari hewan yang lahir dari induk yang alami, tidak memakan makanan yang melibatkan campur tangan manusia seperti tumbuhan yang diberi pupuk, hewan yang diberi obat-obatan, atau hasil-hasil lain olahan genetik manusia.

Untuk menambah wawasan Anda tentang makanan organik, berikut beberapa alasan mengapa Anda disarankan mengonsumsi makanan yang bebas bahan-bahan buatan yang berbahaya bagi kesehatan ini.

1. Kaya nutrisi
Pada beberapa penelitian, secara konsisten dipastikan makanan organik lebih kaya akan nutrisi, seperti vitamin C, antioksidan, kalsium, zat besi, dan magnesium.

2. Bebas dari neurotoksin
Neurotoksin adalah racun yang dapat merusak otak dan sistem syaraf. Salah satu zat pada pestisida yang bernama organophosphates pernah dikembangkan sebagai senjata racun ketika Perang Dunia II. Namun, ketika tak diperlukan lagi, zat itu digunakan unutk membunuh hama pada makanan. Hingga kini, masih banyak cairan pestisida yang mengandung neurotoksin.

3. Mendukung tumbuh-kembang anak
Otak dan tubuh anak jauh lebih rentan terhadap racun ketimbang orang dewasa. Memberikan mereka makanan organik menghindarkan tubuh mereka dari paparan zat pestisida dan organisme berbahaya lainnya.

4. Bukan makanan buatan pabrik
Sebanyak 18 persen bibit yang tumbuh melalui modifikasi genetis diciptakan untuk mengasilkan perstisida sendiri. Penelitian menunjukkan benih-benih ini kan terus menghasilkan zat pada pestisida meski sudah berada di dalam perut.

5. Mengurangi polusi air
Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) memperkirakan pestisida telah meracuni separuh sumber mata air bagi warga AS. Maka itu, pertanian organik merupakan solusi terbaik unutk mengurangi polusi air.

6. Ramah lingkungan
Keberadaan makanan organik telah berlangsung selama ribuan tahun sehingga tentunya juga merupakan pilihan yang berkelanjutan di masa depan. Kenyataan ini bertolak belakang dengan makanan hasil sistem pertanian modern yang merusak lingkungan di bayak belahan dunia melalui penggunaan herbisida, pestisida, fungisida, dan pupuk.

7. Lebih enak
Kebanyakan makanan organik memiliki rasa yang jauh lebih enak ketimbang makanan biasa.

8. Mengurangi risiko terkena kanker
Mengonsumsi makanan organik dapat mengurangi risiko terkena kanker. EPA juga memperkirakan 60 persen herbisida, 90 persen fungisida, dan 30 persen insektisida menyebabkan kanker. Maka itu, tak mengherankan kini jumlah penderita kanker semakin bertambah saja. Hal itu tentu terkait dengan penggunaan zat pestisida karsinogenik ini.

9. Meminimalisasi terpapar obat-obatan
Memilih daging organik dapat mengurangi terpaparnya Anda dari zat antibiotik, hormon sintetis, dan obat-obatan di dalam binatang yang akhirnya masuk ke tubuh Andayang menemukan jalan mereka ke dalam binatang dan akhirnya menjadi Anda.

10. Telah teruji secara klinis
Makanan organik telah lulus uji coba secara klinis. Selain itu, makanan organik memiliki standardisasi tinggi akan makanan sehat. (Pri/OL-06)




Sumber
MediaIndonesia.com

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates