-->

Kamis, 12 Agustus 2010

Kenali Racun dalam Kosmetika

Salah satu trik mengurangi risiko kerusakan kulit adalah pintar memilih produk perawatan wajah. Butuh kesadaran tinggi untuk melihat banyaknya kosmetik yang menggunakan bahan berbahaya yang justru bisa merusak kulit.

Kenali bahan yang dihindari dan pintar-pintarlah memilih produk perawatan kulit.

1. Imidazolidinyl urea dan diazolidinyl urea

Kedua bahan tersebut berfungsi sebagai bahan pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Tetapi justru menimbulkan dermatitis, yaitu ruam kemerahan disertai rasa perih dan gatal.

2. Pewangi (fragrances)

Fungsinya membuat produk memiliki aroma harum. Tetapi molekul didalamnya bisa memicu reaksi alergi sebanyak 14 persen dari keseluruahn zat pewangi. Pada sebagian besar produk perawatan kulit, sebenarnya tidak membutuhkan wewangian kecuali sabun mandi.

3. Sodium lauryl sulfate

Bahan tersebut banyak terkandung pada sampo yang berfungsi sebagai pembersih dan pencipta busa. Sebenarnya bahan tersebut relatif aman, tetapi jika kontak cukup lama dengan kulit bisa menimbulkan iritasi dan memicu kulit kering. Hal itu karena detergen mengangkat lapisan lipid pada kulit. Untuk itu, saat keramas jangan biarkan busa menempel lama di rambut. Setelah menggunakan sampo segera bilas dengan air hingga bersih.

4. Minyak mineral

Sering menjadi bahan dasar produk kecantikan dan bisa mengganggu keluarnya keringat.

5. Monoethanolamine (MEA) dan triethanolamine (TEA)

Fungsi kedua bahan tersebut adalah menstabilkan tingkat pH. Tetapi ketika terekspos udara, keduanya membentuk zat yang berpotensi sebagai pengganggu disebut nitrosamine. Kecenderungannya adalah menyumbat pori-pori dan memicu pembentukan komedo.

6. Toluene

Pelarut kimia ini, masuk dalam kategori berbahaya menurut Environmental Protection Agency Amerika Serikat (EPA). Bahan yang banyak ditemukan pada cat kuku itu dapat menyebabkan sakit kepala, iritasi mata, dan kehilangan memori.

7. Dimethylethanolamine (DMAE)

Bahan tersebut menimbulan efek facelift secara instan. Banyak terkandung pada krim antikeriput. Tentu saja, keriput akan hilang tetapi beberapa saat saja karena efek jangka panjangnya bisa menimbulkan kerusakan sel dan pembengkakan.


Sumber
VIVAnews

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates