-->

Kamis, 12 Agustus 2010

Tradisi Bakar Lemang Sambut Ramadan


Lemang, menjadi santapan khas masyarakat Minang untuk menyambut hari-hari besar Islam. Menjelang puasa, hidangan yang terbuat dari ketan bercampur santan kelapa ini, menghiasi sajian menu warga di Sumatera Barat.

Sesuai tradisi, masyarakat menyebut pembuatan lemang dengan sebutan 'malamang' (membuat lemang). Tradisi ini kini hanya dijumpai di pinggiran kota atau desa-desa di Minang.

Di perkotaan, tradisi malamang seperti hanyut terbawa modernisasi. Di Padang, kita bisa menjumpai masyarakat setempat malamang untuk menyambut Ramadhan.

Lemang pada umumnya menggunakan bambu yang dijadikan sebagai wadah untuk menampung adonan berupa beras ketan, santan, irisan bawang, dan garam.

Untuk memperindah dan memperlezat adonan, tak jarang adonan lemang ditambah dengan pisang batu yang disayat tipis. Adonan lemang ini ditampung dalam talang (bambu) yang sudah tua dan dipanggang dengan cara ditegakkan. Utuk menutupi adonan lemang, bagian dalam talang tersebut dilapisi pucuk daun pisang.

Menurut Yurnis (45) warga kelurahan Kuranji, Kota Padang, tradisi ini dilakukukan untuk menyambut hari-hari besar Islam. "Lemang ini dimakan bersama keluarga dan keluarga jauh yang biasanya datang untuk bermaaf-maafan," katanya.

Menurutnya, pembuatan lemang cukup menyita waktu. Awalnya, beras ketan yang telah dibersihkan dan dicuci, direndam sekitar satu malam. Setelah terlihat lunak, beras ketan tersebut dikeringkan dan diaduk santan murni serta bawang yang telah diiris.

Adonan lemang yang telah diaduk sedemikian rupa tersebut dipanggang dengan api sabut kelapa. Pemanggangan ini bisa berlangsung hingga setengah hari. "Kalau dibakar di api besar, lemang tidak akan menjadi. Makanya dibakar dengan sabut kelapa, apinya kecil, masaknya merata," ungkapnya.

Memakan lemang akan terasa semakin lengkap bila dicampur dengan tape. Tape yang terbuat dari ketan hitam akan menambah kesan lezat saat menikmati lemang tape. Pembuatan tape juga memakan waktu 24 jam.

Ketan hitam yang telah dimasak, difregmentasi dengan ragi sehingga pada waktu tertentu akan terasa seperti menikmati anggur merah (wine). Paling tidak, membutuhkan waktu 24 jam agar fregmentasi ini berjalan sukses. Makin lama waktunya, air ketan hitam yang dihasilkan terasa semakin nikmat.

Hati-hati, jangan terlalu banyak mengkonsumsi lemang tape. Karena tape bisa memabukkan jika dimakan dalam porsi yang berlebihan. Di Sumbar, hidangan ini menjadi makanan favorit untuk menyambut hari besar Islam. Biasanya, hidangan ini tahan berhar-hari. (adi)

Laporan: Eri Naldi | Padang



Sumber
VIVAnews

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates