-->

Kamis, 12 Agustus 2010

Menstruasi Pertama Tidak Picu Migrain

SAKIT kepala pada perempuan seringkali dikaitkan dengan menstruasi pertama. Mestruasi pertama ini, sebelumnya diyakini sebagai faktor pemicu semakin seringnya kejadian sakit kepala pada perempuan. Akan tetapi, para peneliti dari University of Gottingen, Jerman, menemukan fakta yang berbeda. Berdasarkan hasil temuan terbaru mereka, sakit kepala khususnya migrain, tidak terlalu berkaitan dengan menstruasi pertama."Dampak pubertas terhadap munculnya sakit kepala pada perempuan sangat kecil," ujar peneliti Dr. Birgit Kroner-Herwig dan Dr. Nuria Vath.

Meskipun anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai kesempatan yang sama menderita sakit kepala sampai usia 12, tetapi perempuan lebih sering mengalami sakit kepala setelah lewat usia ini. Selain itu, terang peneliti, perempuan juga mempunyaikecenderungan lebih besar mengalami sakit kepala berulang. Para ilmuwan sebelumnya telah memperkirakan bahwa masa pubertas menjadi penyebab dibalik pola sakit kepala pada perempuan ini. Tapi, hanya sedikit penelitian yang mengikuti perkembangan anak-anak dan remaja untuk menentukan kebenaran perkiraan ini.

Untuk membuktikan hal tersebut, Kroner-Herwig dan Vath mengikuti perkembangan 2.217 anak laki-laki dan perempuan berusia 9-14 tahun selama 3 tahun. Mereka diminta melengkapi kuesioner. Sekitar 1/3 dari anak perempuan tersebut telah mendapatkan menstruasi pertama sebelum studi dimulai, sedang 1/3 lainnya belum mengalami menstruasi pertama hingga studi berakhir.

Studi yang dipublikasikan di journal Headache ini menemukan, anak perempuan yang sudah mulai menstruasi 2 tahun atau lebih sebelumnya berisiko 60% lebih besar mengalami sakit kepala, meskipun tidak ada peningkatan risiko pada mereka yang mulai menstruasi satu tahun sebelumnya.

Saat membandingkan efek menstruasi pertama dengan frekuensi sakit kepala pada individu, para peneliti tidak menemukan bukti bahwa pubertas mempengaruhi kecenderungan mengalami sakit kepala atau migrain. Para peneliti juga menemukan, 34% anak laki-laki dan 40% anak perempuan melaporkan mengalami sakit kepala berulang.

"Hasil studi kami menyarankan untuk tidak melebih-lebihkan menstruasi pertama sebagai pemicu sakit kepala," ujar peneliti seperti dikutip situs foxnews. Selain itu, terang mereka, keyakinan kalau sakit kepala jenis migrain meningkat seiring dengan pubertas juga tidak terbukti.

Menurut peneliti, diperlukan lebih banyak studi untuk melihat pengaruh pubertas terhadap sakit kepala."Tantangan psikologis dan stres pada remaja selama masa tersebut juga harus dipertimbangkan sebagai faktor pemicu yang setara," ujar mereka.


Sumber
MediaIndonesia.com

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates