-->

Kamis, 12 Agustus 2010

Rahasia Tidur Nyenyak Terkuak


PENELITI di Amerika Serikat mengalami kemajuan dalam menemukan apa yang membuat seseorang dapat tidur nyenyak meski berada di lingkungan yang bising.

Ternyata, pada beberapa orang, terdapat sebuah proses di otak yang menghalau segala bunyi-bunyian selama ia tertidur. Penemuan ini diharapkan dapat diterapkan pada terapi, pengobatan, atapun perawatan yang menggunakan alat elektronik untuk mengatasi insomnia. Hasil penemuan ini dimuat dalam jurnal Current Biology.

Para peneliti AS meneliti 12 sukarelawan sehat di sebuah klinik selama tiga malam. Pada malam pertama, mereka tertidur dalam suasana yang hening. Namun, pada malam kedua dan ketiga, mereka tidur disertai berbagai bunyi-bunyian seperti dering telepon, kebisingan lalu lintas, dan suara ambulans. Di setiap malamnya, para sukarelawan dipantau menggunakan alat yang merekam aktivitas kelistrikan pada otak.

Tim yang dipimpin Dr Jeffrey Ellenbogen dari Sekolah Kesehatan Harvard, Boston, lalu mendeteksi pola yang dikenal sebagai gelombang tidur yang diduga mengeblok efek dari suara-suara dan informasi sesnor lainnya yang masuk ke otak.

Sukarelawan yang memiliki tingkat gelombang tidur tertinggi tidak terbangun karena suara-suara bising tersebut pada malam kedua dan ketiga, beberapa bahakan tak sadar bahwa ada suara-suara menganggu saat mereka tidur.

Dr Jeffrey berujar, "Dalam beberapa tahun belakangan, telah diketahui bahwa gelombang tidur diatur oleh talamus yakni salah satu bagian otak besar. Karena talamus adalah pintu masuk berbagai sensor informasi ke otak, kami pun membuat hipotesis bahwa gelombang tersebut dibuat talamus untuk memblokade semua suara saat tidur."

"Penelitian kami ini tertunya membuat sebuah pencerahan yakni gelombang tidur bisa dijadikan solusi guna mengatasi kesulitan tidur seseorang akibat suara-suara bising. "Para peneliti juga berharap penemuan ini dapat memperbaiki ritme alamiah otak yang dapat membuat tidur lebih nyenyak.

"Namun, tentunya, banyak yang mesti kami selidiki lebih lanjut sebelum menerapkannya kepada pasien. Karena, kami ingin benar-benar memastikan metode ini nantinya aman dan efektif." (Pri/OL-06)


Sumber
MediaIndonesia.com

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

By :
Free Blog Templates